Berita

Jelang Ramadhan, Harga Komoniti di Pasar Tanjung Naik, Disperindag Jember Siapkan Pasar Murah

1656
×

Jelang Ramadhan, Harga Komoniti di Pasar Tanjung Naik, Disperindag Jember Siapkan Pasar Murah

Sebarkan artikel ini
Kadiskopum Sartini Di Temui di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu (21/2/2026).

JEMBER, LENSANUSANTARA.CO.ID – Ketersediaan bahan pokok di Pasar Tanjung, Kabupaten Jember, menjelang bulan suci Ramadhan dipastikan aman. Namun, sejumlah komoditas mengalami lonjakan harga akibat berkurangnya pasokan dan meningkatnya permintaan masyarakat, Sabtu (21/2/2026).

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jember, Sartini, mengatakan kenaikan harga yang terjadi saat ini merupakan dampak hukum pasar.

Example 300x600

“Pada awal puasa jumlah pasokan barang dan pedagang yang berjualan cenderung berkurang, sehingga memicu kenaikan harga,” Menurutnya

Supply barang berkurang dan yang berjualan juga berkurang. Ketika penjual sedikit dan pasokan sedikit, otomatis harga melambung. Insyaallah minggu depan pedagang mulai banyak lagi dan harga bisa stabil.

BACA JUGA :
DPMD Jember Raih Penghargaan BPJS Ketenagakerjaan Dukung Perlindungan Sosial Ekosistem Desa

“Berdasarkan hasil pemantauan terhadap 21 komoditas kebutuhan pokok, tercatat 14 komoditas mengalami kenaikan harga, tiga komoditas tetap, dan sisanya mengalami penurunan,” ujarnya.

Sementara itu, Komoditas yang mengalami kenaikan signifikan di antaranya daging sapi, daging ayam, dan cabai rawit merah. Harga daging sapi yang pekan lalu masih Rp120 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp135 ribu per kilogram.

BACA JUGA :
Satlantas Polres Jember Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026, Ini Sasaran Utama

“Harga cabai rawit merah melonjak tajam hingga menembus Rp100 ribu per kilogram, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) nasional yang berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp47 ribu per kilogram,” imbuhnya.

Menurut Sartini, tingginya harga cabai dipengaruhi faktor cuaca. Curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak tanaman cabai rusak dan membusuk sehingga produksi menurun. Di lapangan banyak pohon cabai yang mati dan busuk karena hujan terus-menerus. Ini sangat memengaruhi produksi.

BACA JUGA :
AMDK Hazora Tembus Target, Plt Dirut Perumdam Tirta Pandalungan Siapkan Strategi Baru

“Selain faktor cuaca, meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan juga turut mendorong kenaikan harga, khususnya untuk komoditas daging. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak bisa mengendalikan sepenuhnya mekanisme pasar,” jelasnya.

Kami tidak bisa mengendalikan hukum pasar. Ketika barang sedikit dan permintaan banyak, pasti harga naik.

“Meski demikian, Disperindag Jember memastikan pasokan bahan pokok tetap aman. Untuk mengantisipasi lonjakan harga selama Ramadhan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Satgas Pangan serta akan menggelar operasi pasar dan pasar murah,” pungkasnya.

error: Content is protected !!