Kuliner

Musim Hujan Membuat Penjualan Es Teh di Rembang Menurun

1685
×

Musim Hujan Membuat Penjualan Es Teh di Rembang Menurun

Sebarkan artikel ini
Mak Yah (50), penjual es teh Kedai Njajan 92 yang berada di depan Balai Desa Lambang Wetan, Kecamatan Bulu, Rembang. Jumat (16/1/2026)Foto: putra

Rembang, LENSANUSANTARA.CO.ID – Es teh saat ini kerap menjadi minuman yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Hampir di semua daerah, penjual es teh laris manis diburu pembeli. Kesegarannya yang membuat banyak orang kini mulai membuka bisnis es teh, seperti halnya Mak Yah (50), penjual es teh Kedai Njajan 92 yang berada di depan Balai Desa Lambang Wetan, Kecamatan Bulu, Rembang

Mak Yah yang telah berjualan es teh Kedai Njajan 92 sejak bulan Oktober 2025 mengatakan, bahwa penjualan es tehnya saat ini mengalami penurunan hingga 80% selama musim hujan.

Example 300x600

Biasanya, ia mampu menjual sekitar 40 -50 gelas per hari. Namun, kini ia hanya bisa menjual 10 cup setiap harinya.

BACA JUGA :
Peta Batas Desa di Rembang, Bambang: Langkah Awal Pembangunan Desa yang Berkelanjutan

“Penurunannya lumayan, bisa sampai 80%. Biasanya saya menjual 40-50 cup gelas, tapi akhir-akhir ini hanya 10 cup saja setiap harinya. Kalau hari Sabtu sampai Minggu mulai ada peningkatan penjualan lagi bisa sampai 15 cup gelas,” kata Mak Yah saat ditemui LensaNusantara di lapak dagangnya, Jumat (16/1/2026).

Hasil dari penjualan es teh pun tak main-main. Jika dihitung, maka Mak Yah bisa mengantongi uang hingga Rp 150rb dalam sehari. Namun, saat ini ia hanya mengantongi uang Rp 45 ribuan saja. Setiap harinya, Mak Yah menyiapkan total 3 liter teh coklat manis dan 2 liter teh hijau manis.

BACA JUGA :
Mengintip Peluang Bisnis dari Peternakan Bebek Petelur di Sidowayah Rembang

Menurut Mak Yah, penurunan penjualan es teh Kedai Njajan 92 miliknya disebabkan oleh cuaca yang dingin karena musim hujan akhir-akhir ini. Hal ini membuat banyak orang tidak membutuhkan minuman dingin untuk menyegarkan diri.

“Pengaruhnya memang musim hujan ini sih. Biasanya kalau siang kan panas sekali, jadi orang-orang biasanya mampir untuk beli es teh, tapi sekarang karena hampir setiap hari hujan jadi sepi pembeli,” ujarnya.

Rata-rata pembeli es teh Kedai Njajan 92 miliknya adalah dari warga sekitar yang lewat. Kebanyakan yang beli dari kalangan anak-anak. Biasanya mulai ada penurunan penjualan dari jam 15.00 hingga jam 16.00 sore.

Setiap cup es teh Kedai Njajan 92 dijual dengan harga Rp 3.000 untuk cup jumbo. Pada hari Jumat, Mak Yah menawarkan promo, yaitu beli 2 gratis 1.

BACA JUGA :
Pantai Dasun di Rembang, Destinasi Wisata Baru Sangat Cocok Buat di Kantong

“Kalau Jumat saya adain promo yaitu beli 2 gratis 1. Ini bisa dibilang untuk berbagi di jumat berkah dan sekalian untuk menarik pembeli,” kata Mak Yah

Mak Yah mengaku bahwa dampak musim hujan pada omset penjualannya memiliki pengaruh yang sangat besar. Setiap harinya Mak Yah bisa mendapatkan penghasilan Rp 150 ribu kini hanya mendapatkan Rp 45 ribuan saja setiap harinya.

Untungnya, Kedai Njajan 92, milik Mak Yah tidak hanya menjual es teh saja, namun, ada juga kopi lelet, kopi sachet dan jajan anak-anak.