Berita

Laporan Orang Tua Korban Pengeroyokan Pelajar SMA Resmi Diterima Polres Nias Selatan

2272
×

Laporan Orang Tua Korban Pengeroyokan Pelajar SMA Resmi Diterima Polres Nias Selatan

Sebarkan artikel ini
Laporan dugaan pengeroyokan terhadap seorang pelajar SMA Negeri 1 Idanotae resmi diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Nias Selatan.

Nias Selatan, LENSANUSANTARA.CO.ID
Laporan dugaan pengeroyokan terhadap seorang pelajar SMA Negeri 1 Idanotae resmi diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Nias Selatan. Laporan tersebut teregister dengan Nomor: LP/B/17/I/2026/SPKT/Polres Nias Selatan.


Korban berinisial AS (19), siswa kelas XII di salah satu SMA favorit di Kecamatan Idanotae, Kabupaten Nias Selatan, mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh tiga orang teman sekolahnya sendiri. Peristiwa kekerasan itu diduga dilakukan tanpa alasan yang jelas.

Example 300x600


Akibat kejadian tersebut, AS mengalami sejumlah luka serius. Korban mengaku dipukul menggunakan tangan kosong, ditendang di bagian perut, dicekik di bagian leher, serta ditumbuk di bagian kening hingga mengalami pembengkakan. Selain itu, korban juga mengalami luka di bagian perut dan dagu.

BACA JUGA :
Upacara Memperingati Hari Pahlawan Tahun 2025 Dengan Thema "Kobarkan Semangat Melanjutkan Perjuangan"


Peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Selasa, 14 Januari 2026, saat korban pulang sekolah bersama temannya yang searah menuju Desa Umbu Idanotae.
Ayah korban, Raniasa Bawamenewi, akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Nias Selatan setelah melihat kondisi anaknya yang mengalami luka fisik dan trauma psikologis.


“Saya terpaksa melaporkan kasus ini ke Polres Nias Selatan. Anak saya mengalami luka di beberapa bagian tubuh dan hingga kini masih trauma,” ujar Raniasa kepada wartawan, Sabtu (17/01/2026).


Raniasa menduga pengeroyokan tersebut bukan terjadi secara spontan, melainkan telah direncanakan sebelumnya. Ia menyebut anaknya dikenal sebagai pribadi pendiam dan jarang bergaul, sehingga tidak memahami motif di balik aksi kekerasan itu. “Anak saya ini lebih banyak berdiam diri daripada bergaul. Kami menduga kejadian ini sudah direncanakan,” jelasnya.

BACA JUGA :
Aroma Tak Sedap dari Dapur MBG: Sajian Diduga Basi Terus Berulang


Sebelum menempuh jalur hukum, pihak keluarga sempat berharap adanya itikad baik dari para terduga pelaku untuk menyampaikan permintaan maaf. Namun karena tidak ada respons, keluarga korban memilih melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.


“Harapan saya, laporan ini diproses secara serius agar memberi efek jera dan kejadian serupa tidak terulang,” tegas Raniasa.


Menanggapi laporan tersebut, KA SPKT Polres Nias Selatan, Ipda Jannes Hutasoit, SH, membenarkan adanya pengaduan terkait dugaan pengeroyokan pelajar SMA Negeri 1 Idanotae. “Benar, laporan dugaan pengeroyokan sudah kami terima. Dalam waktu dekat kami akan memanggil korban untuk klarifikasi guna proses penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

BACA JUGA :
KPU Nias Selatan Melaksanakan Sosialisasi Pendaftaran Pemantau Pemilihan


Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Idanotae, Lubis Johannes Siahaan, saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp, mengaku telah memberikan klarifikasi terkait peristiwa tersebut.

“Sudah ada yang datang dan saya sudah memberikan klarifikasi. Silakan tanyakan langsung kepada wartawan yang datang itu,” tulisnya singkat.


Kasus ini kembali menyoroti maraknya kekerasan antarpelajar di lingkungan sekolah. Aparat penegak hukum didesak bertindak cepat dan profesional guna memastikan proses hukum berjalan adil serta memberikan rasa aman bagi para siswa.
Reporter: MarTaf