Berita

Valens Daki-Soo: Penguatan Militer Harus Dibarengi Peningkatan Ekonomi dan Diplomasi

1835
×

Valens Daki-Soo: Penguatan Militer Harus Dibarengi Peningkatan Ekonomi dan Diplomasi

Sebarkan artikel ini
Foto: Pengamat pertahanan dan keamanan, Valens Daki-Soo .

NAGEKEO, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pengamat pertahanan dan keamanan Valens Daki-Soo menegaskan, kekuatan militer Indonesia memang niscaya perlu dan harus ditingkatkan sebagai respons terhadap dinamika regional maupun global. Namun, kekuatan Hankam saja tidak cukup, karena harus dibarengi pemerkuatan ekonomi dan diplomasi.
Hal itu disampaikan Valens kepada media, Sabtu (17/1/2026).

“Mengapa kekuatan ekonomi nasional sangat penting? Karena kekuatan ekonomi dapat mendukung penguatan militer dengan menyediakan sumber daya yang dibutuhkan. Selain itu, kekuatan ekonomi dapat meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional,” kata Valens yang akrab disapa VDS.

Example 300x600

Valens lama berkarya di lingkungan pertahanan dan keamanan nasional. Dia pernah menjadi staf khusus (non organik) di Badan Intelijen Strategis TNI (Bais TNI) membantu Mayjen TNI (Marinir) Rusdi saat menjabat Wakil Kepala Bais. VDS juga berturut-turut menjadi staf khusus Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) era Letjen TNI Arie J Kumaat dan staf khusus Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Kiki Syahnakri.

BACA JUGA :
Dimensi Indonesia Lanjutkan Upaya Pelestarian Bahasa Mbay dengan Penerbitan Kamus Ilmiah

Karya dan pengalamannya di dunia keamanan bertambah ketika mulai menjadi staf khusus Komjen Pol Gories Mere sejak 2001 hingga kini. Gories adalah perintis Densus 88/Antiteror Polri, mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dan menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan (2015-2019).

Mengapa Diplomasi Penting

Selain kekuatan ekonomi sebagai penopang kekuatan pertahanan, VDS menyebut pentingnya peran dan fungsi diplomasi. Dalam konteks ini, dia mengingatkan kekuatan diplomasi Indonesia mesti mampu mencermati, mendeteksi dengan cepat dan merespons setiap pergerakan dalam hubungan antar bangsa dan antar negara.

BACA JUGA :
MAN Nagekeo Raih Juara I Lomba PJAS Aman Tingkat Nasional

“Kekuatan diplomasi dapat membantu kita membangun hubungan baik dan persahabaran dengan negara-negara lain. Banyak konflik antar negara dapat dihindarkan atau diatasi berkat kekuatan diplomasi yang baik dan efektif. Jadi, dengan diplomasi kita dapat meningkatkan kerja sama sekaligus bisa menghindarkan atau meredam konflik bilateral maupun multilateral,” tandas VDS yang pernah menjadi staf Dubes RI Urusan Timor Timur FX Lopes da Cruz di Kemlu RI, 1995-1999.

Kombinasi dan Sinergi Kekuatan

Dengan demikian, lanjut VDS, menghadapi dinamika global yang memperlihatkan ritme dan kondisi yang begitu fluktuatif, Indonesia harus menghadapinya dengan kombinasi sinergis kekuatan militer, ekonomi, dan diplomasi untuk mencapai dan mengamankan tujuan nasional.

BACA JUGA :
Sambut Tahun Baru 2026, PD Aisyiyah Nagekeo Gelar Tanam Pohon di Masjid Agung Baiturrahman Mbay

Misalnya, dia mencontohkan perlu kerja sama sinergis-positif negara-negara di ASEAN untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas regional terkait hegemoni China di Laut China Selatan (LCS).

“Harus dilakukan komunikasi yang efektif dan produktif dengan negara-negara sahabat. Kerja sama, soliditas dan solidaritas antar negara ASEAN adalah syarar mutlak atau ‘conditio sine qua non’ dalam konteks dinamika LCS. Begitu juga, dengan negara-negara di luar ASEAN, kita harus perkuat saling pengertian dan hubungan baik untuk menghindari kesalahpahaman dan meningkatkan ‘mutual trust’ atau sikap saling percaya,” pungkas VDS.