Berita

Jelang Ramadhan dan Idul Fitri, Stok Pangan di Tanah Datar Dipastikan Relatif Aman

1746
×

Jelang Ramadhan dan Idul Fitri, Stok Pangan di Tanah Datar Dipastikan Relatif Aman

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi secara daring bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Selasa (27/1/2026), di Aula Bappeda Litbang Tanah Datar.

Tanah Datar, LENSANUSANTARA.CO.ID -Menyambut bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, ketersediaan bahan pangan pokok di Kabupaten Tanah Datar dipastikan dalam kondisi relatif aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.


Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi secara daring bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Selasa (27/1/2026), di Aula Bappeda Litbang Tanah Datar.

Example 300x600


“Menyambut Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, ketersediaan bahan pokok seperti beras, telur, bawang, dan komoditas lainnya relatif aman,” ujar Ahmad Fadly.

BACA JUGA :
PWI Tanah Datar 2025–2028 Dilantik, Pemda Harap Lahir Lompatan Besar Jurnalisme Akurat dan Berimbang


Meski begitu, Wabup menegaskan Pemerintah Daerah melalui dinas terkait akan terus melakukan pemantauan aktif terhadap kondisi pasar guna memastikan ketersediaan stok serta stabilitas harga pangan tetap terjaga.


“Meskipun relatif aman, dinas terkait akan terus mengawasi dan memantau ketersediaan serta potensi kenaikan harga, agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dalam menyambut Ramadhan dan hari raya,” jelasnya.


Untuk menjaga stabilitas harga, Pemerintah Daerah juga menyiapkan sejumlah langkah strategis, salah satunya dengan menggelar operasi pasar murah secara berkala.

BACA JUGA :
Perbedaan Awal Ramadan, Bupati Ajak Warga Tanah Datar Jaga Persatuan


“Tujuan operasi pasar murah ini untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, terutama pasca bencana yang terjadi di Tanah Datar,” tambahnya.


Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam Rakor tersebut menegaskan bahwa pemerintah memfokuskan pengendalian harga komoditas pangan sebagai langkah utama menjaga stabilitas inflasi nasional agar tetap terkendali dan tidak berdampak pada daya beli masyarakat.


“Inflasi sejauh ini masih relatif terkendali karena pemerintah pusat dan daerah secara rutin melakukan koordinasi. Namun demikian, pemerintah tetap memberikan perhatian besar terhadap pergerakan inflasi, khususnya komoditas yang paling dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap Mendagri.

BACA JUGA :
GOW Tanah Datar Peringati Hari Ibu ke-97, Dorong Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045


Dalam Rakor tersebut juga dipaparkan kondisi ketersediaan bahan pokok di berbagai daerah, meliputi komoditas beras, telur, bawang, dan cabai yang memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat inflasi daerah.


Turut mendampingi Wakil Bupati dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Sri Mulyani, Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Yusnen, Kabag Perekonomian Franky Adi Thama, Irban Inspektorat, serta OPD terkait lainnya.(Rels/Suherman)