JEMBER, LENSANUSANTARA.CO.ID – Rencana telah tersusun dan hari bahagia telah lama dinanti. Namun takdir membawa akad nikah suci terlaksana di ruang perawatan rumah sakit. Di tengah ikhtiar menuju kesembuhan, cinta tetap menemukan jalannya dan menjadi saksi kisah penuh haru serta doa akan kebahagiaan, Jumat (30/1/2026).
Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung Jember memfasilitasi pelaksanaan akad nikah bagi pasien yang tengah menjalani perawatan. Prosesi sakral tersebut berlangsung di Ruang Melati, salah satu ruang perawatan RSD Balung, sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan agar momen penting dalam kehidupan tetap dapat dilaksanakan meski dalam kondisi sakit.
Layanan ini menjadi wujud kepedulian dan empati rumah sakit terhadap pasien dan keluarga. RSD Balung memberikan ruang dan dukungan agar akad nikah dapat berjalan khidmat, aman, dan sesuai ketentuan medis.
Salah satu contoh nyata adalah pasien peserta Universal Health Coverage (UHC) yang sedang menjalani perawatan akibat demam berdarah. Dengan pendampingan tenaga medis dan fasilitasi manajemen RSD Balung, akad nikah tetap dapat terlaksana dengan lancar.
Istrinya Muhammad Fathir, pasien UHC yang dirawat di RSD Balung, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas layanan yang diberikan.
“Saya mengucapkan terima kasih atas program UHC dari Bupati Jember, Gus Fawait, sehingga kami bisa mendapatkan pelayanan yang baik dan gratis,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pihak rumah sakit yang telah memberikan fasilitas untuk melangsungkan akad nikah di ruang perawatan.
“Terima kasih kepada RSD Balung yang telah memfasilitasi kami melaksanakan pernikahan di Ruang Melati. Semoga ke depannya RSD Balung semakin baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Humas RSD Balung, Rangga Andri Akananta, membenarkan bahwa pasien tersebut merupakan pasien UHC yang dirawat di RSD Balung.
“Program UHC merupakan program dari Bupati Jember, Gus Fawait, agar masyarakat Jember dapat berobat secara gratis,” menurutnya.
Pasien ini dirawat karena demam berdarah, namun karena pernikahan telah direncanakan jauh hari dan tidak dapat ditunda, maka akad nikah terpaksa dilaksanakan di rumah sakit
Ia menambahkan, pihak RSD Balung berupaya memberikan pelayanan terbaik agar prosesi akad nikah dapat berjalan dengan lancar.
“Alhamdulillah kami dari RSD Balung bisa memfasilitasi ruangan dan dekorasi agar prosesi ijab kabul berjalan dengan baik. Pasien dan keluarga juga merasa puas dengan pelayanan yang kami berikan,” tutup Rangga.














