Sidoarjo, LENSANUSANTARA.CO.ID – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-167 tahun 2026 bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini menjadi ruang refleksi sekaligus afirmasi atas berbagai capaian pembangunan yang berhasil diwujudkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sepanjang tahun 2025, dengan satu benang merah: kolaborasi lintas sektor untuk kesejahteraan masyarakat.
Mengusung semangat “Inklusif Berkelanjutan, Sidoarjo Tangguh”, Pemkab Sidoarjo menegaskan arah pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan fisik, tetapi juga pada penguatan kualitas hidup, pelayanan publik, serta ketahanan sosial-ekonomi daerah.
Kabupaten Sidoarjo resmi berdiri pada 31 Januari 1859, berawal dari wilayah administratif yang berkembang seiring dinamika perdagangan, industri, dan pertumbuhan penduduk di kawasan penyangga Surabaya. Dalam perjalanan lebih dari satu setengah abad, Sidoarjo menjelma menjadi salah satu pusat industri dan ekonomi strategis di Jawa Timur.
Transformasi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk terus adaptif, menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pemerataan pembangunan dan keberlanjutan lingkungan. Semangat inilah yang tercermin dalam berbagai program prioritas Pemkab Sidoarjo sepanjang 2025.
Salah satu capaian yang menjadi sorotan utama sekaligus kado spesial Hari Jadi ke-167 adalah Revitalisasi Alun-alun Sidoarjo. Ruang publik ikonik ini ditata ulang agar lebih representatif, inklusif, dan multifungsi sebagai pusat interaksi sosial, ekspresi budaya, hingga ruang rekreasi masyarakat.
Revitalisasi alun-alun bukan sekadar proyek estetika, melainkan simbol komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan ruang publik yang humanis dan ramah bagi semua kalangan anak, lansia, difabel, hingga komunitas kreatif.
Di sektor pendidikan, Pemkab Sidoarjo terus memperkuat fondasi pembangunan manusia melalui Program Beasiswa Kabupaten Sidoarjo, yang menjadi bagian dari 14 Program Prioritas Bupati dan Wakil Bupati dalam RPJMD.
Sepanjang 2025, tercatat 2.010 penerima manfaat menerima beasiswa pendidikan tinggi dan keagamaan melalui lima kategori, meliputi prestasi akademik dalam dan luar negeri, prestasi non-akademik, mahasiswa kurang mampu, serta bidang keagamaan.
Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas OPD, antara lain Sekretariat Daerah Bagian Kesra, Dinas Sosial, dan Disporapar Kabupaten Sidoarjo.
Ke depan, pada 2026, jangkauan manfaat diperluas melalui Beasiswa Pendidikan Tinggi dan Beasiswa Yatim untuk jenjang SD, SMP, dan SMA negeri maupun swasta, dengan total kuota 4.000 penerima manfaat.
Pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas strategis. Hingga akhir 2025, Pemkab Sidoarjo mencatat betonisasi 13 ruas jalan sepanjang 12,67 kilometer, serta rehabilitasi dua jembatan untuk meningkatkan ketahanan jalan dan kelancaran mobilitas.
Memasuki 2026, percepatan infrastruktur diperkuat melalui Program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) yang menyasar perbaikan jalan dan infrastruktur skala kecil di 18 kecamatan. Setiap kecamatan juga dilengkapi satu unit mobil pickup dan satu unit stamper guna mempercepat penanganan jalan rusak.
Sementara itu, penanganan banjir dilakukan secara berkelanjutan melalui normalisasi 10 sungai, optimalisasi drainase, serta percepatan pembangunan rumah pompa di wilayah rawan genangan.
Di sektor sosial, sinergi Pemkab Sidoarjo bersama Baznas berhasil merehabilitasi 450 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di 18 kecamatan. Pemerintah daerah juga menangani kondisi darurat, termasuk pembangunan kembali 33 rumah pasca atap ambruk dan 17 rumah pasca kebakaran, sesuai hasil verifikasi lapangan.
Pada sektor kesehatan, sepanjang 2025 dibangun 1.004 jamban sehat sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan pencegahan stunting. Atas capaian tersebut, Kabupaten Sidoarjo meraih Penghargaan STBM Kategori Madya Tingkat Nasional.
Komitmen penurunan stunting juga diwujudkan melalui kenaikan 100 persen insentif kader posyandu, serta perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Hingga akhir 2025, Sidoarjo mempertahankan Universal Health Coverage (UHC) dengan tingkat keaktifan peserta JKN 80,87 persen atau sekitar 1,7 juta jiwa, serta kembali meraih UHC Award Kategori Madya pada awal 2026.
Pada sektor perekonomian, realisasi investasi Kabupaten Sidoarjo tahun 2025 mencapai Rp 18,89 triliun atau 155,84 persen dari target, tumbuh 10,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tujuh sektor utama menjadi penyumbang terbesar, antara lain industri kimia dan farmasi, logam dasar, kertas dan percetakan, serta transportasi dan pergudangan. Capaian ini mencerminkan iklim investasi yang kondusif, didukung optimalisasi layanan perizinan digital OSS, percepatan proses perizinan, koordinasi lintas OPD, serta kepastian regulasi.
Di bidang pelayanan publik, Pemkab Sidoarjo meraih Opini Kualitas Tertinggi dalam Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025 oleh Ombudsman RI. Prestasi tersebut mengantarkan Sidoarjo masuk Top 7 Kualitas Tertinggi Pemerintah Kabupaten secara nasional.
Capaian ini menjadi indikator meningkatnya kualitas pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-167 menjadi penegasan bahwa pembangunan daerah tidak berdiri sendiri, melainkan lahir dari kolaborasi, konsistensi kebijakan, dan keberpihakan pada masyarakat. Dengan fondasi yang telah dibangun sepanjang 2025, Pemkab Sidoarjo berkomitmen melanjutkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata demi masa depan Sidoarjo yang tangguh dan berdaya saing. (Ryo)














