Berita

Curah Hujan Tinggi Delapan Kecamatan di Terjang Banjir, BPBD Jember Lakukan Evakuasi

1686
×

Curah Hujan Tinggi Delapan Kecamatan di Terjang Banjir, BPBD Jember Lakukan Evakuasi

Sebarkan artikel ini
BPBD Jember Lakukan Evakuasi Balita, Jum'at (13/2/2026).(Foto: Istimewa/ Lensa Nusantara)

JEMBER, LENSANUSANTARA.CO.ID – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember sejak Kamis (12/2/2026) pukul 12.00 WIB hingga Jumat (13/2/2026) pukul 04.20 WIB mengakibatkan banjir di sejumlah titik. Sedikitnya delapan kecamatan terdampak dengan total 3.944 kepala keluarga (KK) dan 299 jiwa terpaksa mengungsi.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusdalops wilayah terdampak meliputi Kecamatan Panti, Sukorambi, Rambipuji, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, dan Balung. Dari jumlah tersebut, Kecamatan Rambipuji menjadi wilayah paling parah terdampak dengan 3.210 KK.

Example 300x600

​Kepala BPBD Kabupaten Jember Edi Budi Susilo mengatakan bahwa di Kecamatan Sukorambi, tepatnya Desa Jubung, sebanyak 33 KK terdampak. Banjir menyebabkan akses jalan tergenang, arus lalu lintas macet, serta jembatan gantung roboh dan satu jembatan di perkebunan Kaputren putus.

BACA JUGA :
Inspektorat Jember Lakukan Pemeriksaan Dugaan Pungli BLTS Kesra Desa Seputih

“Sementara di Kecamatan Panti, Desa Suci dilaporkan mengalami jembatan putus di wilayah Sentul. Di Kecamatan Kalisat, Desa Gambiran terdapat tiga rumah warga terdampak,” ujar Jum’at (13/2/2026).

Di Kecamatan Kaliwates, banjir merendam sejumlah titik seperti Kampung Ledok, Kelurahan Jember Kidul dengan 98 KK terdampak. Selain itu, di Kelurahan Kepatihan sebanyak 61 KK terdampak dan dua rumah mengalami rusak ringan. Total di Kecamatan Kaliwates tercatat 199 KK terdampak.

“Kecamatan Bangsalsari mencatat 316 KK terdampak, tersebar di Desa Petung dan Sukorejo. Di Kecamatan Ajung, dua KK dan satu pondok pesantren dengan 30 santri terdampak. Sedangkan di Kecamatan Balung tercatat 184 KK terdampak banjir,” terangnya.

BACA JUGA :
Banjir 2 Meter Genangi Villa Indah Tegal Besar, Pemkab Jember Soroti Kawasan Dulunya Alur Sungai

Selain permukiman warga, banjir juga berdampak pada infrastruktur. Tiga jembatan dilaporkan rusak, satu jembatan putus total, serta satu pondok pesantren terdampak. Tiga rumah mengalami rusak ringan.

“Sebanyak 299 jiwa mengungsi, mayoritas berada di Kecamatan Rambipuji. Titik pengungsian tersebar di rumah warga dan fasilitas umum, seperti Masjid Nurul Iman, Balai Desa Rambipuji, serta rumah tokoh masyarakat setempat,” ungkap Kepala BPBD Jember.

Lebih lanjut kata Edi, Kronologis kejadian bermula dari hujan deras yang menyebabkan kenaikan debit air di sejumlah sungai, di antaranya Sungai Dinoyo dan Kaliputih di Panti, Sungai Kalijompo di Sukorambi, serta aliran Sungai Bedadung.

BACA JUGA :
Masterplan IAD Perhutanan Sosial Jember Disusun Cepat, Staf Menhut Apresiasi Gus Fawait

“Pada pukul 18.00 WIB, debit air meningkat dan meluap ke pemukiman warga. Sekitar pukul 19.00 WIB, ketinggian air mencapai 30 sentimeter hingga 2 meter, menggenangi rumah warga, akses jalan, serta merobohkan jembatan,” menurutnya.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama unsur Muspika, TNI/Polri, PMI, Basarnas, Dinas Sosial, Tagana, relawan, dan perangkat desa telah melakukan pemantauan dan penanganan sejak Kamis malam.

“Upaya yang dilakukan meliputi evakuasi warga, pembersihan sisa banjir, distribusi logistik, serta pendirian dapur umum di sejumlah desa terdampak, khususnya di Kecamatan Rambipuji,” tungkasnya.