Berita

Tim Gabungan Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Jember, Dirikan Dapur Umum dan Salurkan Air Bersih

0
×

Tim Gabungan Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Jember, Dirikan Dapur Umum dan Salurkan Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Tandon Salurkan Air Bersih ke Warga Terdampak Banjir, Sabtu (14/2/2026).

JEMBER, LENSANUSANTARA.CO.ID – Bencana banjir yang melanda Kabupaten berdampak luas di sembilan kecamatan. Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama unsur BPBD, Basarnas, PMI, TNI/Polri, Dinsos, Muspika, pemerintah desa, relawan, dan warga melakukan upaya pemantauan serta penanganan sejak Kamis malam. Hal tersebut di sampaikan oleh Kepala BPBD Jember Edi Budi Susilo.

Langkah yang dilakukan antara lain evakuasi warga, pembersihan sisa banjir, pendirian posko tanggap darurat, distribusi logistik dapur mandiri, hingga penyediaan air bersih.

Example 300x600

“Untuk Desa Nogosari, kebutuhan air bersih dipasok sebanyak 20.000 liter oleh PDAM,” ungkap Edi Sabtu (14/2/2026).

Selain itu, dapur mandiri didirikan di Desa Glundengan (Wuluhan) dan Desa Balung Lor (Balung). Bantuan tandon dan distribusi 5.000 liter air bersih juga disalurkan ke Desa Curahmalang, Rambipuji.

BACA JUGA :
LSM KPK Layangkan Laporan ke Kejaksaan Jember Terkait Dugaan Korupsi TKD Balet Baru

Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Jember sejak siang hingga malam hari. Mengacu pada rilis kewaspadaan cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode 10–20 Februari 2026.

“Intensitas hujan tinggi menyebabkan kenaikan debit sejumlah sungai hingga meluap ke permukiman warga pada Kamis petang sekitar pukul 18.00 WIB,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, ketinggian air dilaporkan mencapai 30 sentimeter hingga dua meter di sejumlah titik, merendam rumah warga, fasilitas umum, hingga merobohkan beberapa jembatan.

“Sembilan kecamatan terdampak meliputi Panti, Sukorambi, Rambipuji, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, Balung, dan Wuluhan,” ujar Edi.

BACA JUGA :
Pemkab Jember Masuk 10 Besar Nasional Pelayanan Publik Kualitas Tertinggi

Lebih lanjut, kata Edi Kecamatan Rambipuji menjadi wilayah dengan dampak terparah, mencatat 3.774 KK terdampak. Disusul Balung sebanyak 1.581 KK dan Wuluhan 1.314 KK. Di Kecamatan Kaliwates tercatat 220 KK terdampak, sementara Bangsalsari 316 KK.

“Selain permukiman, infrastruktur juga mengalami kerusakan. Sebanyak 11 rumah dilaporkan rusak ringan. Tiga jembatan ambruk, satu masjid roboh, satu pondok pesantren terendam, satu balai desa, satu TK, satu TPQ, serta satu SD turut terdampak,” tambahnya.

Data mencatat 74 balita, 82 lansia, dan 4 penyandang disabilitas termasuk dalam kelompok rentan terdampak banjir. Sebanyak 557 jiwa sempat mengungsi di sejumlah titik di Kecamatan Rambipuji, Balung, dan Wuluhan.

BACA JUGA :
Program Becak Listrik Presiden Prabowo Disambut Antusias Abang Becak Jember

“Di Rambipuji, pengungsi tersebar di rumah warga, masjid, dan balai desa dengan total 299 jiwa. Sementara di Balung sebanyak 197 jiwa dan di Wuluhan 61 jiwa.Hingga Jumat sore, seluruh pengungsi dilaporkan telah kembali ke rumah masing-masing setelah air surut,” menurutnya

BPBD Jember merekomendasikan agar laporan diteruskan ke dinas terkait untuk penanganan lanjutan, termasuk distribusi logistik tambahan serta pendirian dapur umum di empat desa di Kecamatan Rambipuji yang menjadi prioritas penanganan.

“Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan pendataan dan penanganan lanjutan di sejumlah wilayah terdampak,” tuturnya.