Purwakarta, LENSANUSANTARA.CO.ID – Di era digital yang semakin maju, media sosial telah menjadi sarana komunikasi yang vital bagi publik figur untuk terhubung dengan masyarakat. Namun, fenomena pemalsuan akun media sosial semakin menjadi ancaman serius.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta, Anne Ratna Mustika, menjadi korban pemalsuan akun media sosial dan nomor WhatsApp. Akun palsu tersebut dapat digunakan untuk menyebarkan informasi salah, merusak citra baik, dan melakukan penipuan, Rabu (25/02/2026).
Untuk mengantisipasi penyebaran informasi salah, Anne Ratna Mustika telah melakukan klarifikasi melalui akun TikTok resmi miliknya. “Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, teman-teman akun tiktok di atas (@anne.ratna.mustik) bukan punya saya ya. Dan saya minta yang membuat akun itu untuk segera menghapus agar tidak menjadi ruang untuk ghibah dan fitnah,” tulisnya.
Anne juga telah memperingatkan masyarakat terkait nomor WhatsApp yang dipalsukan dengan mengatasnamakan dirinya. “Hati-hati banyak penipuan yang mengatasnamakan saya seperti nomor WA di atas. Itu no WA palsu,” tulisnya.
Dalam keterangan kepada awak media, Anne mengungkapkan bahwa kurangnya kesadaran masyarakat, kemudahan membuat akun baru, dan kurangnya penegakan hukum menjadi penyebab maraknya kasus pemalsuan akun media sosial.
“Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya sinergis dari berbagai pihak. Pemerintah perlu mengatur peraturan yang jelas terkait penggunaan media sosial oleh publik figur dan penindakan yang tegas terhadap pembuat akun palsu,” ujar Anne.
Anne menekankan bahwa penyelesaian masalah akun media sosial publik figur yang dipalsukan membutuhkan komitmen bersama dari pemerintah, penyedia platform media sosial, masyarakat, dan publik figur itu sendiri untuk menjaga keaslian informasi dan integritas proses komunikasi publik di ruang digital. (Maman)









