Berita

Rijanto Tanam Vegetasi di Blumbang Gede, Gerakan ASRI Didorong Jadi Fondasi Wisata Berkelanjutan

1591
×

Rijanto Tanam Vegetasi di Blumbang Gede, Gerakan ASRI Didorong Jadi Fondasi Wisata Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Komitmen menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi berbasis lingkungan ditegaskan Bupati Blitar, Rijanto, saat meninjau sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Blitar, Jumat (27/2/2026).

Blitar, LENSANUSANTARA.CO.ID – Komitmen menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi berbasis lingkungan ditegaskan Bupati Blitar, Rijanto, saat meninjau sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Blitar, Jumat (27/2/2026). Kunjungan ini mengusung pendekatan berbeda: pariwisata tidak hanya ditata secara fisik, tetapi juga diperkuat melalui gerakan pelestarian lingkungan.

Didampingi Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, para Asisten, Kepala Dinas PUPR, Kepala DLH, serta Muspika setempat, titik pertama yang disambangi adalah Blumbang Gede di Desa Soso, Kecamatan Gandusari. Di lokasi tersebut, Rijanto bersama jajaran melakukan penanaman vegetasi sebagai simbol dukungan terhadap gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

Example 300x600

Penanaman ini menjadi langkah konkret menindaklanjuti arahan Presiden sekaligus memperkuat pesan bahwa pengembangan wisata harus berjalan seiring dengan konservasi alam.

BACA JUGA :
Bikin Bangga, Produk Kopi Desa Balerejo Blitar Tembus Pasar Jepang

“Pariwisata tidak boleh mengorbankan lingkungan. Justru lingkungan yang terjaga akan menjadi kekuatan utama daya tarik wisata kita,” ujar Rijanto di sela kegiatan.

Menurutnya, Blumbang Gede memiliki potensi wisata alam yang besar, namun perlu ditopang dengan tata kelola yang ramah lingkungan agar keberlanjutannya terjamin. Vegetasi yang ditanam diharapkan mampu memperkuat fungsi resapan air, memperindah kawasan, sekaligus menciptakan suasana yang lebih sejuk dan nyaman bagi pengunjung.

BACA JUGA :
Bupati Blitar Hadiri Bimtek Peningkatan Kapasitas SDM Pengurus BUMDes

Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke Alun-Alun Lodoyo, Kecamatan Sutojayan. Di lokasi ini, Bupati melihat progres renovasi Sanggar Gong Kyai Pradah, yang dikenal sebagai pusat kegiatan budaya dan tradisi Siraman Gong Kyai Pradah pada bulan Syawal dan Mulud.

Penataan kawasan tersebut dinilai strategis dalam memperkuat wisata budaya Kabupaten Blitar. Selain menjaga nilai historis dan spiritual, renovasi sanggar juga diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung tanpa menghilangkan keaslian tradisi.

Rijanto menegaskan bahwa pembangunan destinasi wisata harus berbasis keberlanjutan, baik dari sisi lingkungan maupun budaya. Dengan konsep ini, pemerintah berharap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

BACA JUGA :
Ajang Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Blitar 2025, Sugeng Suroso Bangga Muda- mudi Terlibat dalam Bidang Pariwisata

“Kita ingin pariwisata tumbuh dengan kualitas. Bersih lingkungannya, kuat budayanya, dan manfaat ekonominya dirasakan warga,” tegasnya.

Melalui gerakan ASRI, Pemerintah Kabupaten Blitar berupaya membangun kesadaran kolektif bahwa kebersihan, kesehatan, dan keindahan lingkungan merupakan fondasi utama dalam menciptakan destinasi wisata yang kompetitif dan berdaya saing.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pesan bahwa arah pembangunan pariwisata Blitar tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga memastikan keberlanjutan alam dan warisan budaya tetap terjaga untuk generasi mendatang.(arif/ADV)