JEMBER, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Jember mengintegrasikan pengelolaan dua destinasi unggulan, yakni Pantai Watu Ulo dan Tanjung Papuma, ke dalam satu manajemen terpadu di bawah kepemimpinan Bupati Jember Muhammad Fawait.
Langkah tersebut dinilai efektif dalam mendongkrak sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Angka kunjungan wisatawan dilaporkan meningkat signifikan sejak kebijakan itu diterapkan.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Jember, Bobby Arisandi, mengatakan bahwa sistem pengelolaan satu pintu membuat harga tiket lebih terjangkau dan pola pelayanan semakin tertata. Kebijakan ini sebagai salah satu program prioritas untuk mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan.
“Peningkatan kunjungan lebih besar, bisa dikatakan hampir 4 sampai 5 kali lipat. Ini memang dijadikan satu sasaran utama untuk peningkatan kunjungan,” ujar Bobby saat di konfirmasi di SMPN 1 Balung.
Berdasarkan data dashboard real time, pada momentum awal Januari 2026, jumlah wisatawan saat libur Tahun Baru menembus lebih dari 8.000 orang. Bahkan pada 4 Januari, angka kunjungan sempat menyentuh kisaran 9.000 hingga hampir 10.000 pengunjung. Lonjakan paling terasa terjadi setiap akhir pekan.
“Selain integrasi tiket, pembenahan juga dilakukan pada sektor parkir dan pemberdayaan masyarakat. Pemkab Jember membentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) untuk mengelola parkir secara resmi. Dengan skema ini, tidak ada lagi pungutan liar di luar loket yang kerap dikeluhkan wisatawan,” ungkapnya.
Bobby menegaskan bahwa tidak ada lagi penarikan parkir selain yang resmi di loket depan.
“Selain itu, penataan juga menyasar sektor kuliner. Disporabudpar mengajak pelaku UMKM dan pemilik warung menyepakati sistem paket makanan dengan harga pasti antara Rp50.000 hingga Rp55.000. Langkah ini diambil untuk menghapus kesan mahal yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial,” paparnya.
Menurut dia, dengan adanya paket ini, wisatawan tidak perlu was-was sudah ada kepastian harga dan memudahkan branding.
“Sekitar 50 persen pelaku usaha telah menyatakan komitmen mengikuti skema paket tersebut. Pemerintah daerah pun berjanji membantu promosi dan penguatan citra positif kawasan wisata,” imbuhnya
Tak berhenti di situ, Disporabudpar melakukan pengelola tengah menyiapkan tambahan wahana, termasuk konsep wisata petualangan jeep dengan segmen adventure berbeda.
“Sejumlah spot cafe baru juga akan dikembangkan, untuk menyasar wisatawan muda yang gemar berburu lokasi estetik,” tuturnya.














