Sosial

Yayasan BIP Cetak Sejarah! Raih Rekor MURI Santuni 3000 Anak Yatim di Pamekasan

871
×

Yayasan BIP Cetak Sejarah! Raih Rekor MURI Santuni 3000 Anak Yatim di Pamekasan

Sebarkan artikel ini
Ali Zainal Abidin
Founder BIP saat menerima plakat Rekor MURI

Pamekasan, LENSANUSANTARA.CO.ID – Yayasan Bani Insan Peduli (BIP) menggelar kegiatan santunan kepada 3.000 anak yatim sekaligus buka puasa bersama di Gedung Bakorwil Pamekasan. Jumat (6/3/2026).

Kegiatan sosial tersebut juga berhasil meraih penghargaan Rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) .

Example 300x600

Founder BIP, Ali Zainal Abidin, mengatakan, kegiatan ini merupakan jejak awal sekaligus jejak digital yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang.

BACA JUGA :
Berhasil Turunkan Stunting, Pemkab Pamekasan Terima Dua Penghargaan

“Ini jejak awal dan jejak digital. Mudah-mudahan yang hadir di sini bisa menjadi bagian dari kebaikan ini, menebarkan kepedulian, dan terus berbagi kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yatim,” katanya.

Ketua Yayasan Bani Insan Peduli (BIP) menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen yayasan untuk terus berbagi dan menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah.

BACA JUGA :
Pamekasan Dapat Jatah 50 Ribu Patok Tanah, Pj Bupati Masrukin Apresiasi Gemapatas

“Alhamdulillah tahun ini kami bisa menyantuni 3.000 anak yatim sekaligus. Ini menjadi wujud kepedulian bersama untuk membantu dan membahagiakan mereka,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Yayasan BIP juga berhasil mencatatkan rekor di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai kegiatan santunan anak yatim dalam jumlah besar yang diselenggarakan secara serentak.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial, terutama kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

BACA JUGA :
Diskusi Publik Anniversary KJP ke-2 dan Deklarasi LPM Harokah IAI Al-Khairat Pamekasan Sukses Digelar

Selain menerima santunan, anak-anak juga diajak mengikuti kegiatan yang dikemas lebih interaktif. Panitia menyediakan ratusan tenda berisi berbagai kebutuhan, mulai dari pakaian hingga perlengkapan lainnya.

Anak-anak yatim dipersilakan memilih langsung barang yang mereka inginkan di setiap tenda yang tersedia. Konsep tersebut membuat mereka dapat merasakan pengalaman berbelanja secara gratis.