Pemerintahan

Banyak Jalan Nasional Rusak, Komisi D Desak BBPJN Sulsel Rehabilitasi Sebelum Lebaran

1680
×

Banyak Jalan Nasional Rusak, Komisi D Desak BBPJN Sulsel Rehabilitasi Sebelum Lebaran

Sebarkan artikel ini
Komisi D DRPD Sulsel menggelar Rapat Kerja bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan (BBPJN Sulsel), Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sulsel, Dinas Bina Marga Bina Konstruksi dan Dinas Perhubungan serta pihak terkait, Selasa, (10/3/2026).

Makassar, LENSANUSANTAR.CO.ID – Banyaknya jalan nasional mengalami rusak parah di sejumlah daerah menjadi perhatian serius Komisi D DRPD Sulsel yang membidangi infrastruktur.

Komisi D DRPD Sulsel menggelar Rapat Kerja bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan (BBPJN Sulsel), Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sulsel, Dinas Bina Marga Bina Konstruksi dan Dinas Perhubungan serta pihak terkait, Selasa, (10/3/2026).

Example 300x600

Dalam rapat itu, Ketua Komisi D DRPD Sulsel Kadir Halid, mendesak BBPJN Sulsel segera memperbaiki jalan-jalan nasional yang rusak parah sebelum masuk masa mudik lebaran 1447 Hijriah.

BACA JUGA :
Paripurna DPRD Sulsel Setujui Perubahan APBD 2025

“Kesimpulannya jalan nasional yang belum diperbaiki segera diselesaikan sebelum lebaran ini,” desak Kadir dalam rapat yang berlangsung di Kantor Sementara DPRD Sulsel, Jl AP Pettarani.

Selain itu, Komisi D juga berencana mengunjungi Kementrian Perhubungan dan Kementrian PU untuk berkonsultasi perihal jalan nasional serta transportasi di Sulsel.

Termasuk rencana mengambil alih terminal dan pelabuhan untuk dikembalikan kewenangannya ke provinsi.

BACA JUGA :
Wujud Kepedulian Ramadhan: Kaukus Perempuan Parlemen Sulsel Sambangi Warga Inklusi dan Lansia di Bunga Ejaya

“Tentu akan ada rencana kunjungan ke Kementrian Perhubungan konsultasi terkait jalan nasional di Sulsel,” ujarnya.

Kepala BBPJN Sulsel, Indra Cahya Kusuma, menjelaskan berkaitan dengan rusaknya jalanan sudah dilakukan evaluasi. Temuannya, berkaitan dengan cuaca, serta historis jalan yang rata-rata 9 tahun penanganan terakhir.

“Berkaitan dengan penanganan jalan ini, kami sudah punya tools terkait aset jalan ini. Dan ruas-ruasnya sudah ada historis penanganannya juga,” jelas Indra.

Dia juga memaparkan hambatan yang dialami timnya di lapangan. Antaranya, jasa konstruksi yang mulai tidak tertarik merehabilitasi jalan nasional. Misalnya, ruas Maros-Pangkep.

BACA JUGA :
Wakil Ketua DPRD Sulsel Tekankan Pentingnya Peran Aktif Eksekutif Turun Kelapangan

“Karena pada saat penanganan lubangnya itu berkali-kali sementara pembayarannya satu kali saja, jadi beberapa kami lihat lebih memilih ke ruas yang tidak dilewati kendaraan besar dengan bermuatan besar. Sebagai contoh ruas Maros-Pangkep banyak yang tidak tertarik. Beda dengan ruas di ke arah Jeneponto – Bulukumba itu lebih tertarik,” imbuhnya.(Muchtar)