Bulukumba, LENSANUSANTARA.CO.ID – Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bulukumba mengeluarkan peringatan resmi bagi seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran. Imbauan ini menjadi sangat krusial mengingat adanya pertemuan dua momentum penting, yakni datangnya musim kemarau dan mudik libur panjang menjelang Idul Fitri 2026.
Kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Bulukumba dalam beberapa pekan terakhir mulai menunjukkan peningkatan suhu yang signifikan. Teriknya matahari yang disertai dengan hembusan angin kencang menjadi faktor risiko utama yang dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi insiden kebakaran, baik di area pemukiman maupun lahan terbuka.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Muhammad Idham, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan masyarakat adalah lini pertahanan pertama dalam mencegah bencana. Ia menekankan bahwa masyarakat tidak boleh lengah, terutama saat fokus terpecah oleh persiapan mudik ke kampung halaman.
Dalam keterangannya pada Selasa (17/3/2026), Muhammad Idham memberikan pesan langsung kepada publik. “Izin kembali mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Bulukumba dalam memasuki libur panjang/mudik Lebaran Idul Fitri 2026 agar senantiasa tetap waspada terhadap bahaya kebakaran, terlebih saat ini menghadapi musim kemarau cuaca panas dan angin kencang,” ujarnya.
Secara teknis, penyebab kebakaran di pemukiman selama musim kemarau sering kali dipicu oleh beban arus listrik yang berlebih dan korsleting pada instalasi yang sudah tua. Cuaca panas ekstrem menyebabkan kabel listrik lebih mudah memuai dan mengelupas, yang jika dibarengi dengan penggunaan alat elektronik secara terus-menerus tanpa pengawasan, dapat memercikkan api.
Selain itu, kelalaian dalam mematikan kompor gas atau penggunaan lilin saat terjadi pemadaman listrik berkala juga menjadi faktor risiko yang kerap menghanguskan bangunan dalam waktu singkat di tengah tiupan angin kencang.
Bahaya kebakaran menjadi ancaman nyata bagi rumah-rumah yang ditinggalkan dalam keadaan kosong oleh para pemudik. Tanpa adanya penghuni, kebocoran kecil pada regulator gas atau percikan api dari perangkat elektronik yang tetap terhubung ke stopkontak tidak dapat dideteksi secara dini.
Situasi ini sangat berbahaya karena api dapat merambat dengan cepat ke material mudah terbakar seperti plafon dan furnitur kayu sebelum sempat dilaporkan kepada petugas. Oleh karena itu, memastikan seluruh sumber api dan aliran listrik non-esensial dalam posisi mati adalah langkah wajib demi menjaga keselamatan harta benda selama merayakan Lebaran di kampung halaman.














