Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Jember, seperti Kecamatan Jombang, Kencong, dan Sumbersari, mengeluhkan kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram atau yang dikenal dengan gas melon dalam beberapa hari terakhir, Kamis (2/4/2026).
Kelangkaan tersebut dirasakan baik sebelum maupun setelah Lebaran. Warga mengaku kesulitan mendapatkan gas elpiji di tingkat pengecer maupun pangkalan, bahkan harus berkeliling ke sejumlah tempat untuk mendapatkannya.
Rafan (30) warga Desa Cakru menyebutkan, gas elpiji 3 kg masih sulit didapatkan sebelum dan pasca lebaran di sejumlah wilayah. Salah satunya di Desa Cakru, Kecamatan Kencong.
“Gas elpiji agak sulit didapatkan belakangan ini. Harganya juga bervariatif di berbagai toko. dengan kisaran harga antara 20 ribu hingga 25 ribu rupiah per tabung,” ujar Rafan.
Rafan mengakui sejumlah warga di desanya kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg di toko-toko pengecer maupun pangkalan terdekat.
Hal serupa juga dirasakan Heti (49) ibu rumah tangga warga Desa Padomasan, Kecamatan Jombang. Dirinya mengaku sangat sulit mendapatkan gas elpiji 3 kg sebelum dan pasca lebaran ini.
“Dalam sore ini saya sudah keliling mencari gas elpiji 3 kg ini di 12 toko tempat pengecer. Padahal kami sangat membutuhkan sekali, sebab kami sangat kesulitan mendapatkannya,” jelas Heti.
Harapan Heti, pemerintah kabupaten maupun pemerintah pusat agar segera menangani kelangkaan gas elpiji 3 kg ini.
Sementara ditempat terpisah salah satu warga Kecamatan Sumbersari Any mengungkapkan Gas LPG 3 kg agak sulit di dapat di toko-toko maupun pengecer sulit di dapat.
“Harga gas Elpiji bervariasi Rp. 22 ribu hingga Rp 23 ribu pertabung, harapan kepada pemerintah maupun dinas terkait karena gas Elpiji kebutuhan sehari-hari agar segera menangani tidak terjadi kelangkaan,” tegasnya.














