Peristiwa

Penggembala Sapi Hilang di Hutan Baluran Situbondo

1011
×

Penggembala Sapi Hilang di Hutan Baluran Situbondo

Sebarkan artikel ini
Petugas gabungan melakukan pencairan terhadap Suwardi penggembal sapi yang dinyatakan hilang di hutan Taman Nasional Baluran Situbondo. (BPBD Situbondo/Lensa Nusantara.co.id)

Situbondo, LENSANUSANTARA.CO.ID – Seorang penggembala sapi bernama Suwardi (68), warga Dusun Sidomulyo, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, dilaporkan hilang setelah pergi mencari ternaknya di kawasan hutan Taman Nasional Baluran. Hingga Minggu, 05 April 2026, korban masih belum ditemukan dan proses pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan.

Example 300x600

Peristiwa hilangnya Suwardi pertama kali diketahui oleh pihak keluarga setelah korban tidak kunjung pulang ke rumah sejak Sabtu, 04 April kemarin. Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banyuputih pada Minggu pagi sekitar pukul 07.50 WIB.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Situbondo, Timbul Surjanto melalui Koordinator Pusdalops PB BPBD Situbondo, Puriyono, membenarkan adanya laporan warga hilang di kawasan Taman Nasional Baluran. Menurutnya, tim gabungan langsung bergerak setelah menerima laporan dari keluarga korban.

BACA JUGA :
Geram Dituding Jadi Pemasok Tambang Ilegal, Gus Lilur Laporkan Oknum Anggota DPR ke MKD

“Setelah menerima laporan dari pihak keluarga, kami langsung melakukan koordinasi dengan unsur terkait dan menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan pencarian,”ujar Puriyono saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin, 06 April 2026.

Ia menjelaskan, pencarian dilakukan dengan menyisir area hutan yang biasa digunakan korban untuk menggembala sapi. Tim gabungan juga mengumpulkan informasi dari warga dan rekan sesama penggembala yang terakhir melihat korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB, Suwardi berangkat menuju kawasan hutan Baluran untuk mencari sapi miliknya yang tidak berada di kandang. Aktivitas tersebut merupakan rutinitas korban sebagai petani dan penggembala.

BACA JUGA :
Diskoperindag Situbondo Kembangkan Industri Tembakau

Sekitar pukul 15.00 WIB pada hari yang sama, seorang rekan sesama penggembala bernama Hosen sempat bertemu dengan korban di dalam kawasan hutan. Saat itu, korban diketahui telah menemukan sapinya dan sedang menggiring ternak tersebut untuk dibawa pulang menuju rumah.

Namun hingga malam hari, Suwardi tidak kunjung tiba di rumah. Pihak keluarga yang merasa khawatir kemudian berinisiatif melakukan pencarian di sekitar lokasi biasa korban menggembala, namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Situbondo wilayah timur, Subariyanto, mengatakan warga bersama relawan telah melakukan pencarian sejak sehari sebelumnya. Pencarian dilakukan secara manual dengan menyisir jalur yang biasa dilalui korban.

BACA JUGA :
Setelah 2 Bulan Laporan Terkait Tambang ilegal di Situbondo, 3 Saksi Diperiksa Penyidik Polres

“Sejak kemarin warga dan relawan sudah melakukan pencarian di lokasi yang biasa digunakan korban menggembala. Hingga saat ini korban masih belum ditemukan dan pencarian terus dilanjutkan,” kata Subariyanto.

Suwardi diketahui memiliki ciri-ciri tinggi badan sekitar 165 sentimeter, bertubuh kurus, berambut keriting pendek, dan berkulit sawo matang. Saat terakhir terlihat, korban mengenakan kaos motif loreng TNI AL lengan pendek dan celana training warna biru.

Tim gabungan dari unsur BPBD Kabupaten Situbondo, Tagana Dinas Sosial, kepolisian, TNI, Polisi Kehutanan Taman Nasional Baluran, pemerintah desa, serta warga setempat hingga kini masih melakukan penyisiran di area hutan dan sekitarnya. (*)

error: Content is protected !!