Advertorial

Dilirik Nasional! Program Pendidikan Banyuwangi Siap Diadopsi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

1578
×

Dilirik Nasional! Program Pendidikan Banyuwangi Siap Diadopsi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Sebarkan artikel ini
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti. (2/5/26)

Banyuwangi, LENSANUSANTARA.CO.ID – Inovasi pendidikan yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kini mendapat perhatian serius di tingkat nasional. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana mereplikasi berbagai program unggulan Banyuwangi untuk diterapkan secara lebih luas di seluruh Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti menilai Banyuwangi berhasil menghadirkan terobosan kreatif dan strategis yang layak dijadikan contoh nasional. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional di Taman Blambangan, Sabtu (2/5/2026).

Example 300x600

“Berbagai terobosan Banyuwangi sangat menarik untuk direplikasi menjadi kebijakan di tingkat nasional,” ujarnya.

Salah satu program yang mencuri perhatian adalah Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh). Program ini fokus menelusuri dan mengembalikan anak-anak yang putus sekolah agar bisa kembali mengenyam pendidikan.

BACA JUGA :
M. Yunus Wahyudi: 300 Kaum Duafa Terima Sembako dari "KPJ" Banyuwangi

Melalui pendekatan berbasis data, Pemkab Banyuwangi mengidentifikasi anak putus sekolah hingga ke tingkat nama dan alamat. Setelah itu, tim turun langsung ke lapangan untuk menemui keluarga, mencari akar permasalahan, dan memberikan solusi agar anak bisa kembali bersekolah.

Menurut Abdul Mu’ti, langkah ini merupakan terobosan penting dalam menciptakan akses pendidikan yang inklusif. Ia bahkan berharap praktik baik tersebut dapat dipaparkan di forum nasional sebagai model layanan pendidikan berkualitas untuk semua.

BACA JUGA :
Info Penting: Polresta Banyuwangi Buka Aduan Hotline untuk Laporkan  Polisi Nakal 

Tak hanya fokus pada pendidikan formal, Banyuwangi juga dinilai berhasil mengembangkan potensi siswa melalui kegiatan nonformal. Salah satunya lewat pertunjukan seni tradisional yang melibatkan pelajar, seperti Kuntulan Ewon.

“Pelibatan siswa dalam kegiatan seni menjadi ruang aktualisasi yang sangat baik. Ini membantu mereka berkembang sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri,” jelasnya.

Ia menegaskan, pendidikan harus mampu menyeimbangkan wawasan global dengan pelestarian budaya lokal. Menurutnya, generasi muda perlu tetap berpijak pada nilai-nilai luhur bangsa meski terbuka terhadap perkembangan dunia.

Selain Garda Ampuh, Banyuwangi juga memiliki program “Siswa Asuh Sebaya”. Program ini mendorong solidaritas antar siswa, di mana mereka yang mampu secara ekonomi menyisihkan sebagian uang sakunya untuk membantu teman yang membutuhkan—mulai dari perlengkapan sekolah hingga kebutuhan transportasi.

BACA JUGA :
Terbesar di Indonesia, Presiden Jokowi Serahkan 10.000 Sertipikat Tanah Elektronik TORA

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi prioritas utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.

“Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi di bidang pendidikan,” ujarnya.

Dengan rencana replikasi di tingkat nasional, Banyuwangi semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang sukses menghadirkan inovasi pendidikan yang berdampak nyata bagi masyarakat. ( Munawar)