Berita

Wali Kota Riyanda Putra Buka Festival Muharram dan Grebeg Suro 1448 H, Perkuat Harmoni Budaya dan Keagamaan di Sawahlunto

0
×

Wali Kota Riyanda Putra Buka Festival Muharram dan Grebeg Suro 1448 H, Perkuat Harmoni Budaya dan Keagamaan di Sawahlunto

Sebarkan artikel ini
Semangat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah berpadu dengan pelestarian budaya lokal dalam Festival Muharram dan Grebeg Suro yang digelar Paguyuban Kesenian Ki Sapu Jagad di Lapangan Pasar Kuliner Silo, Kota Sawahlunto, Selasa (16/6/2026).

Sawahlunto , LENSANUSANTARA.CO.ID -Semangat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah berpadu dengan pelestarian budaya lokal dalam Festival Muharram dan Grebeg Suro yang digelar Paguyuban Kesenian Ki Sapu Jagad di Lapangan Pasar Kuliner Silo, Kota Sawahlunto, Selasa (16/6/2026). Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dibuka langsung oleh walikota Riyanda Putra dan dihadiri wakil walikota Jeffry Hibatullah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kota Sawahlunto, unsur Polres Sawahlunto, Sekretaris Daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Cabang Bank Nagari, perwakilan PT Bukit Asam Unit Pertambangan Ombilin (PT BA UPO), para camat, serta berbagai elemen masyarakat. Festival juga diramaikan oleh Sawahlunto Youth Movement dan komunitas bikers dari berbagai daerah di Sumatera yang menambah semarak suasana kebersamaan.

Example 300x600

Salah satu agenda yang paling menarik perhatian masyarakat adalah tradisi rayahan gunungan hasil bumi. Ratusan sayuran dan buah-buahan yang diborong dari para pedagang pasar dibagikan kepada warga sebagai simbol rasa syukur, kebersamaan, dan semangat berbagi dalam menyambut Tahun Baru Islam.

BACA JUGA :
Sawahlunto Bentuk Saka Rintisan Yogaswara, KPU dan Kwarcab Pramuka Perkuat Pendidikan Demokrasi Pemuda

Selain menjadi bagian dari pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang pasar di kawasan Silo. Hasil bumi yang digunakan dalam tradisi Grebeg Suro dibeli langsung dari pedagang lokal sehingga turut menggerakkan perekonomian masyarakat.

BACA JUGA :
Sejarawan University of Utah Temukan Jejak Tambang Emas Kolonial di Silungkang, Sawahlunto Simpan Sejarah Selain Batubara

Dalam sambutannya, Wali Kota Riyanda Putra menyampaikan apresiasi kepada Paguyuban Kesenian Ki Sapu Jagad dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, Festival Muharram dan Grebeg Suro memiliki makna penting sebagai sarana syiar Islam, penguatan nilai-nilai keagamaan, sekaligus wadah mempererat silaturahmi dan persatuan masyarakat.

“Momentum Tahun Baru Islam mengajarkan kita untuk berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Sementara tradisi Grebeg Suro menjadi pengingat pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya sebagai identitas bersama,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan tersebut terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena mampu menghadirkan manfaat sosial, budaya, dan ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran festival ini dinilai sejalan dengan semangat pembangunan Kota Sawahlunto sebagai “Kota yang Hidup dan Menghidupi”, di mana nilai religius, budaya, dan kebersamaan tumbuh berdampingan dalam kehidupan masyarakat.

BACA JUGA :
Wali Kota Riyanda Hadiri Sawahlunto Maju Gowes Adventure, Dorong Sport Tourism dan Solidaritas Sosial

Antusiasme warga yang memadati lokasi acara menunjukkan bahwa tradisi Grebeg Suro masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Dengan semangat berbagi, gotong royong, dan pelestarian budaya, Festival Muharram dan Grebeg Suro 1448 H diharapkan terus menjadi agenda yang memperkuat harmoni sosial serta membawa keberkahan bagi Kota Sawahlunto dan seluruh warganya.(Suherman)