BONDOWOSO, LENSANUSANTARA.CO.ID – Memasuki tahun pelajaran baru, semangat literasi tinggi ditunjukkan oleh para pelajar di Bondowoso. Sebanyak 58 siswa kelas Bina Prestasi MTs Negeri 2 Bondowoso (Matsada) sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan menerbitkan buku dengan topik “Dear Indonesia Emas 2045”.
Buku-buku mereka memuat kompilasi pemikiran, keresahan, serta visi futuristik dari 58 siswa yang rata-rata berusia 14 hingga 15 tahun. Melalui buku, mereka menyuarakan berbagai gagasan segar mengenai bagaimana peran Generasi Z dan Alpha dalam menyongsong seabad kemerdekaan Republik Indonesia.
Para siswa secara jujur mengulas dinamika hidup di era kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi. Di satu sisi, mereka mengakui bahwa teknologi seperti internet dan AI sangat membantu dalam mengembangkan hobi—mulai dari mencari teknik olahraga, mengaransemen musik, belajar memasak, hingga mencari inspirasi seni.
Namun di sisi lain, para remaja ini bersikap kritis terhadap dampak negatif teknologi. Ahmad Ahsin Ahsanakallah dan Aisyah Trie Kurnia, misalnya, menyoroti tantangan berupa rasa malas yang muncul akibat ketergantungan pada jawaban instan AI.
Sementara itu, isu-isu sosial seperti perundungan siber (cyberbullying), judi online, maraknya konten negatif demi uang, hingga penurunan etika moral remaja juga menjadi sorotan tajam yang mereka kritisi dalam esai mereka.
Tidak sekadar mengkritisi, para siswa Bina Prestasi MTsN 2 Bondowoso ini juga menawarkan solusi konkret. Menghadapi rendahnya tingkat literasi nasional, Gavin Atreya Abqary dan Ghassa Lovinna mengusulkan gerakan wajib membaca buku selama 15 menit sebelum pelajaran sekolah dimulai. Isu kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) juga lantang disuarakan oleh Aisyah Najwah dan Chila Aurelia.
Menariknya, imajinasi mereka tentang Indonesia di tahun 2045 sangat kaya akan teknologi ramah lingkungan. Mereka memimpikan Indonesia yang bebas polusi dengan kehadiran transportasi listrik, taksi terbang, kasur otomatis hemat ruang, hingga robot penertib lalu lintas. Setiap siswa juga memaknai visi Indonesia Emas melalui filosofi warna, seperti warna chrome untuk modernitas, hijau untuk kelestarian alam, biru untuk kedamaian, dan emas untuk kejayaan.
Penerbitan buku-buku ini menjadi bahan bakar pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika MTsN 2 Bondowoso dalam menyambut tahun pelajaran baru. Karya ini membuktikan bahwa dari bangku madrasah di Bondowoso, telah lahir generasi literat yang siap membawa Indonesia menuju peradaban yang unggul, adil, dan berkarakter di tahun 2045.
“Kehadiran buku antologi ini menjadi kado pembuka tahun pelajaran baru yang manis bagi MTsN 2 Bondowoso. Langkah nyata yang ditunjukkan oleh 58 siswa Bina Prestasi ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi siswa-siswi lainnya di Bondowoso untuk berani mengeksplorasi potensi diri melalui dunia kepenulisan dan literasi digital yang positif”, ungkap Kepala MTsN 2 Bondowoso, Ibu Hj. Siti Mutmainnah, S.Pd.
Mohammad Hairul, S.Pd, M.Pd selaku trainer yang mendampingi proses penulisan, editing hingga penerbitan, menyampaikan kesan mendalam atas terbitnya buku-buku tersebut.
“Proses dari merangkai ide, menyunting, hingga akhirnya buku ini naik cetak bukanlah perjalanan yang instan, namun mereka membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk menelurkan pemikiran yang kritis dan berbobot. Buku ini adalah bukti konkret bahwa jika anak-anak kita diberikan ruang dan bimbingan yang tepat, mereka mampu menjadi agen perubahan yang solutif”, pungkas Mohammad Hairul yang juga merupakan Instruktur nasional literasi baca-tulis.














