Pemerintahan

Wabup Mimik Idayana Tekankan Program UMKM 2026 Harus Tepat Sasaran, Dorong Setiap Kecamatan Punya Produk Unggulan

1692
×

Wabup Mimik Idayana Tekankan Program UMKM 2026 Harus Tepat Sasaran, Dorong Setiap Kecamatan Punya Produk Unggulan

Sebarkan artikel ini
Momen Suasana Rakor yang dihadiri perwakilan pendamping UMKM dari 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.

Sidoarjo, LENSANUSANTARA.CO.ID – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana menegaskan bahwa seluruh program pengembangan UMKM tahun 2026 harus berjalan dengan lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi Sosialisasi Program Pengembangan Usaha Mikro Tahun 2026 di Fave Hotel, Rabu (19/11/2025). Kehadirannya sekaligus menjadi momen penting karena ia dapat bertemu langsung dengan para pendamping UMKM dari 18 kecamatan yang selama ini menjadi ujung tombak pembinaan pelaku usaha di lapangan.

Dalam sambutannya, Mimik menyampaikan apresiasi kepada seluruh pendamping yang telah bekerja keras selama bertahun-tahun mendampingi UMKM agar berkembang.

Example 300x600

Ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas usaha mikro merupakan prioritas dalam visi dan misi kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami atau bahkan belum mengetahui berbagai program bantuan yang sebenarnya sudah tersedia, mulai dari fasilitas modal berbunga ringan melalui KUR daerah (KURDA), berbagai pelatihan keterampilan, hingga bantuan pemasaran.

Menurut Mimik, kondisi ini menunjukkan bahwa pendamping harus semakin aktif turun ke masyarakat. Jika informasi tentang program tidak tersampaikan, maka jumlah UMKM naik kelas tidak akan bertambah signifikan. Ia berharap pendamping dapat melakukan sosialisasi secara menyeluruh dan langsung kepada warga agar manfaat program benar-benar dapat dirasakan mereka yang membutuhkan.

BACA JUGA :
Pemkab Sidoarjo Integrasikan Jalan Perumahan, Buka Akses Baru Kurangi Kemacetan

Ia juga mendorong agar dalam beberapa tahun ke depan, setiap desa atau kecamatan mampu memiliki satu produk unggulan yang konsisten dikembangkan dan dipasarkan melalui ruang pemasaran khusus yang telah disiapkan pemerintah daerah. Hal itu dinilai penting agar produk UMKM Sidoarjo memiliki identitas kuat dan lebih mudah dikenali oleh pasar dalam maupun luar daerah.

Mimik juga mengajak UMKM yang telah naik kelas untuk ikut bergerak bersama, memperkuat keterampilan, memperbaiki kualitas produk, dan memanfaatkan fasilitas pemasaran yang disediakan pemerintah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pendamping, dan pelaku usaha merupakan kunci untuk membawa UMKM Sidoarjo lebih maju dan berdaya saing.

Di sisi lain, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sidoarjo, Edi Kurniadi, memaparkan capaian besar dari program UMKM Naik Kelas sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2022. Ia menjelaskan bahwa program ini mencakup pendampingan peningkatan kapasitas, digital marketing, legalitas usaha, inkubasi bisnis, kurasi produk, hingga fasilitasi permodalan.

BACA JUGA :
TMMD ke-126 Kodim 0816/Sidoarjo Bangun Rumah Warga Desa Kedondong

Jumlah pesertanya meningkat sangat pesat dari tahun ke tahun. Pada 2022, peserta program mencapai 185 orang, lalu melonjak menjadi 1.988 pada 2023. Angka tersebut kembali naik menjadi 2.033 peserta di tahun 2024 dan kembali meningkat sangat signifikan menjadi 4.250 peserta pada tahun 2025. Dengan capaian akumulatif tersebut, target 20.000 UMKM Naik Kelas telah berhasil dipenuhi lebih cepat dari rencana awal.

Selain program UMKM Naik Kelas, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga terus menjalankan program Renovasi Warung Rakyat. Program ini bertujuan membantu para pedagang kecil agar memiliki tempat usaha yang lebih layak, bersih, dan tertata, sehingga mampu bersaing dengan toko-toko modern.

Renovasi dilakukan secara bertahap sejak tahun 2022, mulai dari 393 warung pada tahun tersebut, meningkat menjadi 422 warung pada 2023, 395 warung pada 2024, dan mencapai 800 warung pada tahun 2025. Melalui program ini, warung tradisional diharapkan semakin kuat sebagai sektor ekonomi berbasis kerakyatan.

BACA JUGA :
Ketua DPRD Sidoarjo Pimpin Upacara Hari Santri 2025, Ajak Santri Kawal Indonesia Menuju Peradaban Dunia

Edi juga menjelaskan adanya Program Sedekah Ilmu, yaitu pelatihan non-budgeter yang melibatkan pelaku UMKM yang sudah naik kelas untuk berbagi pengalaman dan ilmu kepada pelaku usaha pemula. Program ini disebut menjadi salah satu bentuk pemberdayaan berkelanjutan karena pelaku UMKM yang telah berkembang dapat menjadi mentor bagi generasi pelaku usaha berikutnya.

Melihat berbagai capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menargetkan pada tahun 2026 pendekatan pemberdayaan UMKM akan lebih diarahkan pada ketepatan sasaran, keberlanjutan usaha, dan penguatan produk unggulan berbasis wilayah. Tidak hanya mengejar jumlah peserta, tetapi mendorong UMKM yang dibina benar-benar tumbuh secara stabil dan berdaya saing.

Keberhasilan UMKM Sidoarjo selama empat tahun terakhir menjadi gambaran optimisme pemerintah daerah bahwa sektor usaha mikro akan menjadi salah satu penopang utama ekonomi Sidoarjo pada masa mendatang. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pendamping, dan pelaku usaha, Sidoarjo berharap bisa menjadi daerah dengan ekosistem UMKM yang solid, modern, dan berkelanjutan. (Ryo)