Sawahlunto, LENSANUSANTARA.CO.ID — Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra beraudiensi dengan perwakilan usaha tenun Tenun Jembatan Merah Silungkang guna membahas perkembangan, tantangan, serta peluang penguatan industri tekstil lokal khas Sawahlunto.19/01.
Audiensi tersebut menjadi ruang dialog langsung antara Pemerintah Kota Sawahlunto dan pelaku usaha tenun, dengan tujuan menyerap aspirasi dari lapangan sekaligus merumuskan langkah dukungan yang realistis dan berorientasi pada keberlanjutan usaha para pengrajin.
Dalam pertemuan itu, Wali Kota Riyanda Putra menyampaikan sejumlah alternatif dukungan, terutama pada aspek pemasaran, agar kain tenun Silungkang semakin dikenal luas dan mampu menjangkau pasar yang lebih besar, baik di tingkat regional maupun nasional.
Salah satu langkah strategis yang dibahas adalah sinergi promosi melalui Dinas Pariwisata bersama para content creator Sawahlunto. Upaya ini diharapkan dapat memaksimalkan pemanfaatan media digital untuk memperkuat branding, mengangkat nilai budaya, serta meningkatkan daya tarik kain tenun Silungkang di mata masyarakat luas.
Sementara itu, perwakilan Tenun Jembatan Merah Silungkang menyampaikan saran agar kain tenun lokal dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakaian seragam ASN maupun pelajar sekolah. Usulan tersebut dinilai sebagai langkah konkret untuk memperluas pasar sekaligus menjaga kesinambungan produksi para pengrajin.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Riyanda Putra menyatakan bahwa usulan pemanfaatan tenun Silungkang sebagai seragam akan dipertimbangkan lebih lanjut, termasuk melalui kemungkinan penerbitan surat edaran.
Kebijakan ini, jika direalisasikan, diharapkan menjadi bentuk keberpihakan nyata terhadap produk lokal, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi para pengrajin serta masyarakat Silungkang.(Suherman)














