Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banjarnegara kembali menjadi sorotan dan menuai kritik setelah adanya video yang menunjukkan penerima manfaat menerima telur mentah sebagai bagian dari menu. Lebih menghebohkan lagi dibungkus dengan plastik putih dengan keadaan pecah.
Video yang berdurasi sekitar 0.17 detik tersebut menambah daftar panjang persoalan dalam implementasi MBG di Banjarnegara, terutama di Kecamatan Mandiraja, yang seharusnya ditujukan untuk meningkatkan gizi anak-anak, tetapi menjadi sebaliknya.
Kepada lensanusantara.co.id, orang tua penerima MBG mengungkapkan kekecewaannya terkait menu yang diberikan, karena dianggap sangat tidak layak untuk di konsumsi oleh anak balita.
” Ini menu Senin, (19/1/2026), bisa-bisanya telurnya belum matang dikasihkan, ini MBG untuk Balita di Mandiraja kulon, kalau sini ikutnya SPPG Mandiraja wetan sumpah kalau ini parah banget mas, dan ada yang komplain menu untuk balita datang sekitar pukul dua dan basi”, kesal salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.
Menanggapi permasalahan tersebut, lensanusantara.co.id langsung melakukan konfirmasi ke SPPG Mandiraja Wetan 2, kepada wartawan Zulfian selaku Kepala dapur mengakui kesalahan tersebut dan menganggap temuan telur mentah itu hanya sebagai durasi dari ribuan MBG yang disajikan.
”Itu hanya durasi, dari sekian banyak cuma yang belum matang, yang lainnya aman,” jelas Zulfian, Selasa, (20/1/2026).
Ditanya terkait menu, Zulfian pun mengelak jika makanan yang terdiri dari nasi, tahu, sayur dan ayam suwir tersebut dianggap basah, dirinya bersikukuh jika yang di sediakan SPPG 2 adalah jenis makanan kering, dan menganggap telur dari insiatif dari kader.
”Itu inisiatif dari kader, kalau saya kan dari sini ompreng sama pakai tas tenteng itu tak pisah, untuk telur buat menu kering bukan basah, itu inisatif dari kadernya itu yang nyampur telurnya disitu, telur itu tidak mentah jadi dalam pengolahan itu direbus, kemarin di kukus, cuma ya itu ada dua telur yang masih belum matang gitu, mentah, padahal sudah di kukus, mungkin itu yang diatas belum tanek, kalau yang lainnya tidak ada, berarti yang komplain hanya dua orang dari sekian banyak,” ungkap Zulfian.
Tidak hanya itu, saat Zulfian ditanya apakah ahli gizi di SPPG 2 Mandiraja Wetan kurang teliti, dirinya menambahkan,” Kalau dibilang kurang teliti iya, karena ahli gizi disini lebih muda ya pak, mungkin tidak hanya disini saja ya pak, karena anaknya baru lulus, apalagi sekarang banyak ahli gizi yang notabennya bukan ahli gizi kayak kesehatan lingkungan saja sudah masuk gitukan, ya karena mereka sambil belajar mengevaluasi semuanya dan mengawasi menu hingga pemorsian nya,” tambahnya yang didampingi perwakilan Yayasan Richo.
Apapun alasannya, seharusnya dalam penyajian MBG sebelum di bagikan, Kepala SPPG maupun ahli gizi sudah mempersiapkan pengecekan per menunya dengan apa yang akan diberikan, mulai dari kesehatan hingga higienisnya makanan, karena sekecil apapun kesalahan tetap itu menyangkut nyawa manusia.
Dengan adanya temuan telur mentah di SPPG 2 Mandiraja wetan di dalam MBG, menambah rentetan temuan lensanusantara.co.id tentang MBG yang mereka masak, karena sebelumya juga mendapatkan aduan masyarakat tentang permasalahan menu bermasalah. (Gunawan).
Beranda
Berita
Viral! Video MBG untuk Balita di Banjarnegara Ditemukan Telur Masih Mentah Terbungkus Plastik
Viral! Video MBG untuk Balita di Banjarnegara Ditemukan Telur Masih Mentah Terbungkus Plastik
Redaktur3 min baca

Gambar telur masih mentah di menu MBG SPPG 2 Mandiraja wetan terbungkus plastik, Selasa, 20/1/2026. Foto : (Gunawan/Lensa Nusantara).












