Kesehatan

RSD dr. Soebandi Jember Ajukan Tambahan 185 Pegawaidan Siap Jadi RS Pendidikan

1062
×

RSD dr. Soebandi Jember Ajukan Tambahan 185 Pegawaidan Siap Jadi RS Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Direktur RSD dr Soebandi Jember Nyoman Samita Ditemui Usai RDP, Selasa (3/3/2026).

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Direktur RSD dr. Soebandi Jember, Nyoman Semita, memaparkan berbagai persoalan rumah sakit usai mengikuti rapat dengar pendapat bersama DPRD Jember, membahas kebutuhan penguatan layanan dan pengembangan fasilitas kesehatan.

Example 300x600

Nyoman menjelaskan, kajian kebutuhan tenaga dilakukan secara ilmiah untuk menyesuaikan arah pengembangan rumah sakit, terutama setelah rencana pembangunan gedung baru dan peningkatan layanan medis.

“Kita melakukan kajian secara empiris dan ilmiah. Hasilnya, kebutuhan tenaga untuk pengembangan rumah sakit ke depan kurang lebih mencapai 185 orang,” kata Nyoman.

BACA JUGA :
RSD Balung Jember Jadi Pusat Layanan Kesehatan MOW dan MOP Gratis dalam Program Gus’e Peduli

Ia mengungkapkan Kebutuhan tersebut mencakup tenaga perawat, dokter umum, dokter spesialis, hingga tenaga pendukung pelayanan. Penambahan SDM dinilai penting seiring pengembangan layanan hemodialisis serta fasilitas medis baru.

“Kampus Unej tetangga juga membangun rumah sakit sendiri, sehingga sekitar 30 tenaga kesehatan yang sebelumnya membantu di RS. Soebandi ditarik kembali,” ujarnya.

Selain itu, sejumlah dokter umum sedang menempuh pendidikan lanjutan, sementara beberapa dokter spesialis mengambil subspesialisasi, sehingga pelayanan rumah sakit membutuhkan pengganti sementara.

BACA JUGA :
PKDI Jember Resmi Dikukuhkan, Gus Fawait Hibahkan Ambulance Desa dan Perkuat Tata Kelola DD

Nyoman menegaskan, rumah sakit juga bersiap menjadi rumah sakit pendidikan untuk program spesialis, sehingga kebutuhan tenaga administrasi, pelatih layanan, hingga tenaga pengajar ikut meningkat.

“Kita harus mulai dari tenaga administrasi sampai tenaga ahli pendidik. Semua bertambah, makanya hitungan kebutuhan SDM mencapai 185 orang,” jelasnya.

Menurutnya, kebutuhan paling mendesak berada pada layanan anestesi. Kekurangan tenaga di bidang ini berisiko menghambat penanganan pasien darurat seperti stroke, cedera otak, dan patah tulang.

BACA JUGA :
Bupati Jember Tancap Gas Perbaiki IRB dan SAKIP, Temui Kementerian PANRB

“Kalau operasi darurat tidak segera dilakukan, pasien bisa terancam. Karena itu kami terpaksa melatih tenaga baru sekitar tiga bulan sebelum bertugas,” ungkapnya.

Terkait rekrutmen, kata Nyoman rumah sakit berencana menggunakan mekanisme BLUD dengan sistem seleksi independen agar proses berjalan transparan tanpa praktik titipan.

“Kami ingin rekrutmen terbuka dan independen. Saya tidak ikut campur penerimaan, biar profesional yang mencari tenaga sesuai kebutuhan,” tegasnya.

error: Content is protected !!