Pemerintahan

Bupati Jember Minta RT/RW dan Kader Posyandu Sosialisasikan Homecare, Tim Medis Datangi Rumah Pasien

1694
×

Bupati Jember Minta RT/RW dan Kader Posyandu Sosialisasikan Homecare, Tim Medis Datangi Rumah Pasien

Sebarkan artikel ini
Gus Fawait Sapa RT/RW dan Kader Posyandu di Bunga Desaku di Desa Manggisan Tanggul, Selasa (28/7/2026)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Jember terus menggembleng program Homecare guna memperluas jangkauan fasilitas kesehatan bagi masyarakat kelas bawah.

Dalam agenda silaturahmi bersama Kader Posyandu serta pengurus RT dan RW di Balai Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul, Selasa (28/7/2026) sore, Bupati Jember, Gus Fawait, secara khusus menitipkan pesan agar para pilar masyarakat tersebut aktif menyebarluaskan informasi mengenai layanan ini.

Example 300x600

Di hadapan ratusan kader dan pengurus RT/RW yang hadir, Gus Fawait menegaskan bahwa kesuksesan program Homecare sangat bergantung pada peran aktif jajaran di tingkat bawah untuk menyosialisasikannya kepada warga yang membutuhkan.

“Saya menitipkan amanat penting ini kepada panjenengan semua, para kader Posyandu serta ketua RT dan RW. Tolong sampaikan kepada warga kita yang kurang mampu, bahwa sekarang Pemkab Jember punya layanan Homecare. Jika ada tetangga kita yang sakit parah atau kesulitan berobat ke puskesmas, tim medis yang akan datang langsung merawat di rumah mereka,” kata Gus Fawait.

BACA JUGA :
RSD Balung Ikut Sukseskan OSMA di JGS, Wujudkan Semangat Sehat Bareng Guyub Bareng

Gus Fawait menjelaskan, program inovatif ini digagas sebagai bentuk kepedulian nyata Pemkab Jember dalam menjamin hak kesehatan warga berpenghasilan rendah.

”Untuk mengakses program penanganan medis gratis di kediaman pasien ini, masyarakat dapat mendaftar melalui dua jalur utama, yakni layanan aduan Wadul Gus’e atau menghubungi Hotline Homecare di Puskesmas setempat,” paparnya.

Gus Fawait memaparkan, bahwa setiap permohonan yang masuk tidak otomatis disetujui. Petugas kesehatan di puskesmas akan melakukan pencocokan data, verifikasi lapangan, serta pemindaian (screening) medis terlebih dahulu demi memastikan bantuan tepat sasaran.

BACA JUGA :
Mesin Paving Rp140 Juta Bumdes Sonar Jatian Jember Mangkrak Sejak 2023, Mesin Tak Kunjung Datang

“Adapun kriteria prioritas penerima manfaat Homecare meliputi warga prasejahtera dengan penyakit kronis/menahun, anak balita terindikasi mengalami stunting, ibu hamil maupun pascamelahirkan yang masuk kategori risiko tinggi, hingga penyandang disabilitas serta kelompok rentan medis lain,” ungkapnya.

Bagi warga yang dinyatakan lolos tahap verifikasi, tim medis puskesmas akan menyusun jadwal visitasi secara berkala. Personel yang diturunkan ke rumah pasien mencakup perawat, bidan, nutrisionis (ahli gizi), hingga tenaga pendukung lengkap dengan peralatan medis serta ketersediaan obat-obatan.

“Menariknya, para petugas di lapangan juga dibekali sarana telemedicine. Fasilitas ini memungkinkan tenaga kesehatan berkonsultasi secara real-time dengan dokter umum di Puskesmas maupun dokter spesialis di RSUD apabila dijumpai kondisi darurat yang memerlukan tindakan lanjut,” imbuhnya.

BACA JUGA :
Peringati HUT RS Mata Undaan, RSD Balung Jember Ikut Partisipasi Kompetisi Badminton

Tidak hanya memberikan pengobatan, kata dia, nakes juga bertugas membimbing keluarga pasien agar secara bertahap mampu melakukan perawatan mandiri di rumah.

“Mengenai persyaratan administrasi, Gus Fawait meminta kader Posyandu dan RT/RW membantu warga mengumpulkan dokumen pendukung, antara lain fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), nomor WhatsApp aktif yang bisa dihubungi, dan salinan rekam medis atau riwayat penyakit sebelumnya (jika ada),” terangnya.

Melalui kolaborasi erat bersama kader Posyandu dan pengurus RT/RW dalam menyosialisasikan program dokter keluarga.

“kami optimistis derajat kesehatan serta kualitas pelayanan publik di Kabupaten Jember dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkas.