Pemerintahan

Silaturahmi Pemuda di Pendopo Jember, Gus Fawait Beberkan Program Kesehatan Gratis Hingga Perbaikan Sekolah

1259
×

Silaturahmi Pemuda di Pendopo Jember, Gus Fawait Beberkan Program Kesehatan Gratis Hingga Perbaikan Sekolah

Sebarkan artikel ini
Bupati Jember Paparkan Program di Hadapan Pemuda di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu (7/3/2026).(Foto: Badri/ Lensa Nusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar acara buka puasa bersama dan silaturahmi tokoh pemuda bertajuk “Jember Baru Jember Maju” di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu (7/3/2026).

Example 300x600

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat, serta perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten Jember.

Bupati Jember Muhammad Fawait, menyampaikan bahwa forum silaturahmi antara pemerintah daerah dengan para pemuda dan mahasiswa perlu rutin digelar, tidak hanya setahun sekali.

Menurutnya, dialog seperti ini penting untuk menampung gagasan dan ide segar dari kalangan pemuda yang dapat membantu pembangunan daerah.

“Mahasiswa punya ide-ide segar. Tentu saya perlu ada masukan dari organisasi kepemudaan dan Badan Eksekutif Mahasiswa,” ujar Fawait.

BACA JUGA :
Siapkan Generasi Emas 2045, Bakesbangpol Jember Gencarkan Program Masuk Sekolah

Ia juga memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi Kabupaten Jember saat awal dirinya menjabat sebagai bupati. Salah satunya adalah tingginya angka kemiskinan angka kemiskinan absolut terbanyak kedua di Jawa Timur. Kemudian angka kemiskinan ektrim kita tertinggi se-Jawa Timur penerima PKH terlama ada di kabupaten Jember

“Kabupaten Jember jumlah pesantren terbanyak di Jawa Timur dan kampus terbanyak ke tiga di Jawa Timur di bawah Surabaya dan Malang,” tambahnya.

Efek kemiskinan nyampek kemana mana efeknya banyak seperti sosial dan kesehatan AKI, AKB dan stunting tinggi

“Selain itu, di sektor kesehatan kita mempunyai hutang sebesar Rp 214 milyar. Tiga rumah sakit daerah kita waktu itu hampir kolaps. Bahkan cadangan oksigen hanya cukup satu sampai dua minggu,” ungkapnya.

BACA JUGA :
Lakukan Factory Tour, Bupati Hendy Target PT Intidaya Dinamika Sejati Produksi Sparepart Asli Jember

Meski demikian, Fawait mengaku sengaja tidak langsung menyampaikan kondisi tersebut ke publik demi menjaga moral aparatur pemerintah dan tenaga kesehatan.

“Saya tidak mungkin langsung mengatakan kita krisis. Sebagai pimpinan saya harus menjaga moral tim,” katanya.

Sebagai langkah awal, Pemkab Jember bersama DPRD kemudian melakukan efisiensi anggaran daerah.

Beberapa kebijakan yang diambil antara lain menunda pengadaan kendaraan dinas baru, membatalkan sejumlah kegiatan seremonial, hingga mengurangi seminar dan pelatihan yang tidak berkaitan langsung dengan pengentasan kemiskinan.

Anggaran tersebut kemudian dialihkan untuk memperkuat sektor kesehatan.

Salah satu hasilnya adalah pencapaian Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, yang memungkinkan warga ber-KTP Jember mendapatkan layanan kesehatan gratis melalui skema JKN di berbagai rumah sakit di Indonesia.

“Masyarakat Jember yang ber-KTP Jember bisa berobat gratis di seluruh rumah sakit di Indonesia hanya dengan menunjukkan KTP,” kata Fawait.

BACA JUGA :
Wali Murid di SDN Sukowono 02 Jember Resah, Lantaran Dimintai Sumbangan untuk Pembangunan Aula Sekolah

Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga memperbaiki kondisi keuangan rumah sakit daerah.

“Ia menyebut pendapatan RSD dr. Soebandi meningkat signifikan dalam waktu kurang dari satu tahun. Pendapatan yang sebelumnya sekitar Rp15 miliar bisa meningkat menjadi Rp31 miliar,” ujarnya.

Selain kesehatan Gus Fawait menjelaskan sektor pendidikan juga menjadi fokus utama pemerintah daerah. Saat awal masa jabatannya terdapat sekitar 1.532 sekolah di Jember dalam kondisi rusak berat.

“Untuk mengatasi persoalan, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran perbaikan sekolah dari APBD serta memanfaatkan dukungan dana dari pemerintah pusat. Pada 2025 kita sudah memperbaiki hampir 40 persen sekolah rusak berat,” tungkasnya.