Tangerang, LENSANUSANTARA.CO.ID — Kegiatan Pesantren Ramadan 2026 M / 1447 H di SDN Tangerang 2 Kota Tangerang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Program pembinaan keagamaan yang digelar selama tiga hari, mulai 11–13 Maret 2026, ditutup dengan kegiatan santunan anak yatim serta kebersamaan berbuka puasa bersama siswa.
Kegiatan yang diikuti siswa kelas 3 hingga kelas 6 SDN Tangerang 2 ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter serta menanamkan nilai-nilai keislaman di bulan suci Ramadan.
Kepala SDN Tangerang 2, Ikrowahyuni, S.Pd.I., M.Pd, mengatakan kegiatan pesantren Ramadan terlaksana berkat kolaborasi antara guru dan orang tua siswa.
“Alhamdulillah kegiatan Pesantren Ramadan ini dapat terlaksana dengan baik berkat kerja sama tim guru agama serta dukungan orang tua murid,” ujar Ikrowahyuni.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti berbagai aktivitas keagamaan yang dimulai sejak pukul 07.30 hingga 12.00 WIB. Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Dhuha berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran materi keislaman di kelas.
Adapun materi yang diberikan kepada siswa antara lain pembelajaran Al-Qur’an (tahsin dan tahfidz), sejarah Islam, aqidah akhlak, serta fiqih yang berkaitan dengan amalan di bulan Ramadan.
Pada hari terakhir kegiatan, sekolah juga menggelar penutupan Pesantren Ramadan yang dirangkai dengan santunan bagi siswa yatim, piatu, dan yatim piatu. Santunan tersebut berasal dari sedekah dan infak para orang tua siswa yang kemudian disalurkan kepada anak-anak yang membutuhkan.
Salah satu penerima santunan, Aulia, siswa kelas 5C SDN Tangerang 2, mengaku sangat senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya senang sekali di acara ini. Saya mendapat uang santunan dan bisa berbuka bersama teman-teman sekolah. Saya berharap SDN Tangerang 2 semakin maju dan sukses,” ungkapnya.
Ikrowahyuni berharap kegiatan pesantren Ramadan dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan mendapat dukungan dari semua pihak, baik guru, orang tua maupun siswa.
“Tujuan kami adalah membentuk karakter siswa agar menjadi generasi yang saleh dan salehah serta memiliki akhlak yang baik,” pungkasnya.









