Banjarnegara, LENSANUAANTARA.CO.ID – Ribuan umat muslim di Kabupaten Banjarnegara, tumpah ruah di jalanan menyambut Lebaran 1 Syawal 1447 H. Dalam pantauan lensanusantara.co.id di beberapa titik, para peserta takbir memadati sepanjang jalan dengan menggunakan obor hingga mobil dengan dipenuhi salon horeg.
Meskipun pada lebaran tahun 2026 tidak sama, namun antusias masyarakat menyambut lebaran tidak berkurang, sehingga membuat beberapa lokasi yang dilalui para peserta takbir keliling terlihat macet total akibat sempitnya ruas jalan.
Seperti Kecamatan Mandiraja, dari arah Kertayasa – Banjengan, pertigaan Desa Somawangi – Mandiraja Kulon, kemacetan sempat tidak bisa dihindari akibat banyaknya masyarakat yang ikut merayakan malam lebaran dengan menggunakan kendaraan roda dua hingga truk roda enam, namun dengan adanya aparat Kepolisian yang menjaga sejak pukul 19.00 WIB, tumpukan berlahan-lahan bis diurai.
” Setiap tahun pasti sini macet, karena pas pertigaan, kendaraan ada yang dari arah timur, barat dan selatan, jadinya macet karena kalau masyarakat sudah seperti ini di atur tidak mudah, karena mereka namanya ingin merayakan kemenangan setahun sekali, kalau tidak begini tidak ramai juga, inilah yang dinamakan serba serbi malam takbir,” ungkap Muhammad Abror, salah satu warga yang rela macet-macetan sama anak istrinya, Jumat, (20/2026).
Dibandingkan dengan beberapa Desa d Mandiraja, di wilayah Kecamatan Purwanegara agak tertib, meskipun ribuan masyarakat yang merayakan malam takbir dengan jalan kaki melewati ruas jalan Nasional, terlihat masih bisa di antisipasi, sehingga tidak mengakibatkan kemacetan.
“Kalau Purwanegara paling macet hanya sebentar, karena memang untuk Kecamatan Purwanegara ini kan Desa tidak seperti di Kecamatan Mandiraja, yang memang jaraknya dekat dan ruas jalan tembusan melalui jalur utama antar Desa semua, paling kalau disini hanya di Desa Purwonegoro sini saja yang lumayan ramai kalau malam takbir, tapi ini tadi semua di pusatkan di lapangan Bojokoneng, meskipun sebelumnya ada arak-arakan di mulai dari antar Kadus masing-masing tapi tidak sampai menimbulkan kemacetan, dan semua bisa terlaksana dengan baik,” jelas Kades Purwonegoro Rendra saat ditemui usai memberikan sambutan.
Acara yang dimulai sekitar pukul 19.30 WIB, terpantau hingga pukul 22.00 WIB, masyarakat mulai dari kecil hingga orang tua yang merayakan malam takbir, masih begitu ramai berkeliling hingga keluar desa. (Gunawan).














