Pemerintahan

Insentif Guru Ngaji dan Ketua Pengajian Segera Dicairkan, Gus Fawait Minta Warga Manfaatkan UHC Gratis

1693
×

Insentif Guru Ngaji dan Ketua Pengajian Segera Dicairkan, Gus Fawait Minta Warga Manfaatkan UHC Gratis

Sebarkan artikel ini
Bunga Desaku di Kecamatan Tanggul, Selasa (28/7/2026).(Foto: Istimewa/ Lensa Nusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memastikan pencairan dana insentif bagi para guru ngaji serta ketua kelompok pengajian akan direalisasikan pada bulan September mendatang.

Kepastian ini disampaikan langsung dalam rangkaian agenda Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) yang berlangsung di Pemandian Patemon, Kecamatan Tanggul, Selasa (28/7/2026).

Example 300x600

Bupati Jember Gus Fawait secara terbuka meminta klarifikasi dari Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkab Jember, terkait dengan kepastian waktu penyaluran insentif tersebut di hadapan para pengurus pengajian dan guru ngaji.

Kabag Kesra Pemkab Jember, Nurul Hafid Yasin, menjelaskan bahwa proses pendataan seluruh calon penerima insentif sejauh ini telah rampung dikerjakan.

BACA JUGA :
Penerbangan Perdana Fly Jaya Resmi Layani Jember–Jakarta, Gus Fawait: Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Wisata

“Namun, proses pencairan dana masih harus menunggu pengesahan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PABD),” ungkap Hafid.

Menurut Hafid, Pendataan sudah selesai. Untuk realisasi anggaran tinggal menunggu ketetapan PABPD.

“Kami targetkan pada bulan Oktober mendatang, insentif dapat disalurkan secara serentak di masing-masing balai desa,” menurut.

Menanggapi penjelasan tersebut, Bupati Gus Fawait menegaskan agar jajarannya berkomitmen penuh dan tepat waktu dalam menyalurkan hak-hak para pendidik keagamaan di Kabupaten Jember.

“Ia memastikan bahwa skema insentif untuk guru ngaji maupun ketua kelompok pengajian tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

BACA JUGA :
Diduga Dapat Intimidasi, Komite Sekolah SDN Curahnongko 8 Cabut Laporan ke Disdik Jember

Selain membahas insentif, Bupati Gus Fawait memanfaatkan momentum pertemuan tersebut untuk meminta bantuan para guru ngaji dan pimpinan kelompok pengajian, agar turut aktif menyebarluaskan program Universal Health Coverage (UHC) Pemkab Jember kepada masyarakat luas.

Gus Fawait menyayangkan lantaran masih banyaknya warga yang belum memanfaatkan program berobat gratis tersebut secara maksimal karena minimnya informasi.

“Sejak 1 April lalu, seluruh pemegang KTP Jember berhak mendapatkan layanan kesehatan gratis di Puskesmas maupun rumah sakit di seluruh Indonesia. Namun, masih ada warga yang takut berobat ke rumah sakit karena khawatir masalah biaya,” ujar Gus Fawait.

BACA JUGA :
HKN ke-59, RSD Balung Jember Raih Juara 1 Turnamen Badminton

Gus Fawait menekankan bahwa program UHC menanggung hampir seluruh jenis pengobatan warga, kecuali kasus khusus seperti penyalahgunaan obat-obatan terlarang atau tindakan ilegal lainnya.

Bupati juga mengingatkan jajaran fasilitas kesehatan daerah, termasuk manajemen RSUD dr. Soebandi, untuk selalu memberikan pelayanan yang adil dan maksimal tanpa membedakan pasien umum maupun pengguna layanan UHC gratis.

“Kami titip pesan kepada ibu-ibu dan para guru ngaji, tolong sampaikan informasi program berobat gratis ini kepada jemaah dan wali santri, agar tidak ada lagi warga Jember yang ragu untuk berobat saat sakit,” pungkasnya.