Ekonomi

Peternakan Sapi Perah Riezda Indo Dairy, Serap Tanaga Kerja dan Gerakkan Ekonomi Warga Rowoindah Jember

2601
×

Peternakan Sapi Perah Riezda Indo Dairy, Serap Tanaga Kerja dan Gerakkan Ekonomi Warga Rowoindah Jember

Sebarkan artikel ini
Peternakan Sapi Perah Riezda Indo Dairy, Kamis (27/8/2026).

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Tak jauh dari hiruk-pikuk aktivitas masyarakat Jember, sebuah peternakan sapi perah di Desa Rowoindah, Kecamatan Ajung, menawarkan cerita lain tentang usaha pangan sekaligus pemberdayaan warga.

Riezda Indo Dairy. Peternakan ini telah beroperasi sekitar satu tahun dengan fokus menghasilkan dan mendistribusikan susu sapi segar untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

Example 300x600

Pengelola Riezda Indo Dairy menyatakan memelihara sekitar 30 ekor sapi perah. Sebagian besar merupakan sapi ras Friesian Holstein (FH) dan Red Holstein, dua jenis sapi yang dikenal sebagai penghasil susu.

Setiap hari, ternak mendapatkan pakan yang dijaga untuk menunjang kesehatan sekaligus produksi susu. Pakan tersebut antara lain konsentrat, jagung segar, rumput gajah atau pakchong, serta silase jagung.

Sapi diperah dua kali sehari, pagi dan sore. Dari puluhan ekor sapi tersebut, peternakan mampu menghasilkan sekitar 200 liter susu segar setiap hari.

Susu yang telah diperah kemudian ditangani dan dikemas secara higienis sebelum disimpan dan didistribusikan kepada konsumen.

BACA JUGA :
Blusukan ke Pasar Tanjung Jember, Gus Fawait Dicurhati Pedagang Mahalnya Retribusi Pasar

Proses dilakukan untuk menjaga kesegaran serta kualitas susu hingga sampai ke tangan pembeli.

Aktivitas Riezda Indo Dairy tak berhenti pada urusan produksi susu. Kehadiran peternakan juga mulai memberi dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi.

Sekitar 10 warga setempat kini terlibat dalam operasional peternakan. Beberapa di antaranya merupakan pemuda Desa Rowoindah yang baru menyelesaikan pendidikan SMA.

Sebelum mulai bekerja, para pemuda tersebut terlebih dahulu mendapatkan pelatihan agar memahami pekerjaan dan tata cara pemeliharaan sapi perah.

Sementara Pengawas Riezda Indo Dairy, Rahmat, mengatakan para pekerja dibagi sesuai bidang masing-masing. Ada yang bertugas merawat sapi sekaligus melakukan pemerahan, bagian produksi, hingga pengiriman susu.

“Beberapa pemuda sekitar yang baru lulus SMA kita beri pelatihan terlebih dahulu. Setelah itu mereka ditempatkan sesuai bagian pekerjaan, ada yang di perawatan dan pemerahan, produksi, serta pengiriman,” pengiriman,” ujar Rahmat, Kamis (27/8/2026).

BACA JUGA :
Mediasi Polemik Tanah di Desa Balung Tutul Jember Gaduh

Diharapkan tidak sekadar memberikan pekerjaan, tetapi juga membekali pemuda setempat dengan keterampilan baru di bidang peternakan.

“Dampak keberadaan Riezda Indo Dairy juga dirasakan pelaku usaha kecil di sekitar peternakan,” tegasnya.

Pihaknya mengungkapkan, aktivitas para pekerja setiap hari ikut menggerakkan warung makan dan pedagang yang berada di sekitar lokasi.

“Untuk kebutuhan makan dan minum harian pegawai, kami juga melibatkan warung makan dan stand bakso yang ada di depan peternakan,” ucapnya.

Menurut Rahmat, jadi bukan hanya pekerja yang mendapatkan manfaat, pedagang sekitar juga ikut mendapat tambahan pemasukan.

“Kondisi tersebut menjadi bagian dari dampak sosial dan ekonomi yang muncul dari aktivitas peternakan,” terangnya.

Sekitar 10 warga yang bekerja di dalam peternakan, kebutuhan sehari-hari mereka juga menciptakan aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar. Warung makan, pedagang bakso, dan toko di sekitar lokasi mendapat tambahan pelanggan dari aktivitas pekerja dan peternakan.

BACA JUGA :
Waspadai Kekeringan Ekstrem, BPBD Jember Siapkan Langkah Darurat Hadapi Musim Kemarau

“Memang sederhana, tetapi aktivitas peternakan ini ikut membuat ekonomi di sekitar bergerak. Pemuda bisa bekerja, sementara pedagang di sekitar juga mendapat tambahan pembeli,” ujarnya.

Riezda Indo Dairy saat ini mengelola sekitar 30 ekor sapi perah dan menghasilkan kurang lebih 200 liter susu segar setiap hari.

“Produksi tersebut menjadi bagian utama dari kegiatan usaha. Namun, keberadaannya juga menciptakan manfaat lain bagi lingkungan sekitar,” katanya.

Warga sekitar memperoleh kesempatan kerja, pemuda mendapatkan pelatihan dan pengalaman, sedangkan pelaku usaha kecil di sekitar lokasi ikut menikmati tambahan aktivitas ekonomi.

“Bagi sebuah usaha yang baru berjalan sekitar satu tahun, dampak tersebut menjadi bagian dari proses membangun hubungan dengan lingkungan tempat peternakan beroperasi,” paparnya.

Tentu dari Desa Rowoindah, Riezda Indo Dairy tidak hanya mencoba mengembangkan produksi susu sapi segar.

“Aktivitas peternakan juga perlahan membentuk perputaran ekonomi, yang melibatkan warga dan pelaku usaha kecil di sekitarnya,” tandasnya.