Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Melaksanakan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke Desa Adipasir, Kecamatan Rakit, Banjarnegara, Mahasiswa Universitas Ma’arif, Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen, memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik kepada para petani dengan bahan utama sampah rumah tangga.
Tergabung dalam kelompok 21 para Mahasiswa UMNU yang melaksanakan Kuliah Nyata selama 40 hari, juga berbaur ke masyarakat dengan mengadakan beberapa kegiatan lainnya, seperti memberikan edukasi menanam sistem hidroponik, hingga sosialisasi terkait HIV.
“Untuk Mahasiswa UMNU yang tergabung dalam kelompok 21 yang saat ini KKN di Desa Adipasir ada 10 Mahasiswa, yang terdiri beberapa jurusan, Olahraga, PAUD, Bahasa Indonesia, Teknik Informatika, Sipil dan Agro Teknologi,” jelas Ketua kelompok Muhammad Aidil Khanafi, Kamis, (27/8/2026).
Selama 37 hari bersama masyarakat, 10 Mahasiswa UMNU yang terjun melakukan kuliah nyata, ternyata selain memberikan edukasi pembuatan pupuk juga ada beberapa yang ikut mengajar ke sekolahan.
“Ada juga yang ikut ngajar anak-anak Sekolah Dasar dan TPQ, jadi setiap mahasiswa yang tergabung kelompok 21 itu kan sudah ada jurusannya sendiri-sendiri, seperti jurusan olahraga itu wajib bisa mengadakan kegiatan senam ibu-ibu setiap pagi, jadi semua tidak ada yang nganggur ibaratnya gitu,” ungkap Aidil.
Sementara menurut salah satu Mahasiswa jurusan PAUD Roikhatul Janah saat ditanya kesan selama KKN di Desa Adipasir, dirinya mengaku sangat senang.
“Sangat senang sekali, karena kami disambut dengan baik sekali oleh Pak Kades dan jajarannya serta masyarakat yang selama ini menganggap kami sudah seperti keluarga, tanpa adanya perbedaan, sehingga banyak pelajaran dan pengalaman yang kami peroleh selama KKN di Adipasir, paling terkesan bagi saya pribadi yaitu ikut mengajar anak-anak SD, sangat menyenangkan,” kata Roikhatul.
Hal senada juga di katakan Mahasiswa lainnya bernama Rahma Dona mengambil jurusan olahraga, dirinya mengaku juga sangat senang, terutama saat senam bersama para lansia.
“Pengalaman yang tidak bisa saya lupakan di KKN ini yaitu saat senam setiap pagi bersama ibu-ibu dan lansia, saya sudah dianggap seperti anak dan cucu mereka sendiri, sangat menyenangkan sekali, bisa guyonan bareng, jadi ada kebahagiaan sendiri buat saya selama KKN di Adipasir, karena tidak pernah dianggap orang asing oleh masyarakat maupun Pemerintah Desa,” kata Dona.
Sambutan baik adanya anak-anak UMNU yang KKN di Desanya, Kades Adipasir Wahyono mengaku sangat mengapresiasinya, dirinya menilai selama melaksanakan kerja nyata para mahasiswa dinilai sangat sopan dan proaktif dalam menggerakkan berbagai kegiatan bersama warga.
“Kehadiran mahasiswa UMNU yang KKN di Desa Adipasir selama ini sungguh membawa inovasi baru, khususnya dalam program-program pemberdayaan ekonomi dan sosial ekonomi pedesaan, misalnya mengajar masyarakat membuat pupuk organik, terus memberikan edukasi penanaman tanaman dengan hidpropolik, ada juga yang mengajar, membantu pelayanan di Desa, jadi dengan adanya anak-anak KKN dari UMNU ini sangat membantu kami,” beber Kades Wahyono.
Masih kata Wahyono,” Alhamdulillah selama mereka KKN di Adipasir anak-anak ini bisa membaur bersama masyarakat, sudah seperti di Desanya sendiri, dan selama KKN mereka juga menjaga sikapnya, santun, sopan dan proaktif dalam menggerakkan berbagai kegiatan warga pokoknya, apalagi pas Kemerdekaan kemarin, sangat aktif sekali mereka,” pungkasnya. (Gunawan).














