TTS, LENSA NUSANTARA – Ketika setiap berita diterbitkan atau ditanyangkan di Media Nasional dan Internasional, media cetak , media elektronik terdapat berbagai persoalan-persoalan dunia.
Faktor kejahatan manusia di dunia semakin hari semakin bertambah. Korupsi, pembunuhan, pencurian , pemerkosaan, penculikan anak di bawah umur, Narkotika.
Pemerintah, khususnya penegak hukum dengan caranya tersendiri ingin memutuskan kejahatan dunia khususnya di Negara Republik Indonesia.
Setiap Program dari Pemerintah Pusat menjadi ” Senjata” agar penegak hukum bisa mengupas tuntas kejahatan di Negara ini.
Sesuai dengan Undang-Undang Dasar No. 16 Tahun 2004, Tentang Kejaksaan, maka Program Jaksa Masuk Sekolah diterapkan di dunia pendidikan dan masyarakat.
Kegiatan Program Jaksa Masuk Sekolah di Kabupeten Timor Tengah Selatan mulai diterapkan.
” Kita bisa lebih mengenal dan paham tentang aparat penegak hukum atau Jaksa, karena kegiatan kita di sekolah hanya berbicara tentang pendidikan. Hari ini ” Jaksa Masuk Sekolah” jadi program ini sangat penting bagi anak-anak agar peserta didik terhindar dari kejahatan” ungkap Romo Johannes A. Tnomel, Pr saat membuka kegiatan Program Jaksa Masuk Sekolah.
Dihadapan Lensa Nusantara, Samuel Sine, Ajun Jaksa sebagai Narasumber dari Kejaksaan Negeri Timor Tengah Selatan mengatakan bahwa ” Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah merupakan suatu gerekan atau Program Pemerintah Jokowi” ungkap Samuel di Aula SMP Katolik Sint Vianney, 23/10/2020. Pukul. 12.10-selesai.
Fakta-fakta kejahatan selalu ada di setiap daerah atau Lingkungan masyarakat, Korupsi, Pencurian, Narkotika, pembunuhan , pemerkosaan menjadi “serangan” tersendiri bagi masyarakat.
” Hari ini, kami dari pihak Kejaksaan Negeri Timor Tengah Selatan , meneruskan program ” Jaksa Masuk Sekolah”. Program ini dilakukan setiap tahun. Sasarannya adalah Peserta didik, kaum muda , dan masyarakat” jelas Samuel yang didampingi Yoksan Selan.
Selanjutnya Samuel berpesan kepada peserta didik bahwa ” Sebagai Peserta didik, harus memiliki mental, niat yang baik agar kejahatan tidak tercipta pada diri anda. Kami dari Kejaksanaan bekerjasama juga dengan Pihak penegak hukum lainnya agar bisa menguras dan mengurangi kejahatan yang ada di sekitar kita” Demikian Pesan Samuel. (Tarsi Abi).








