Pamekasan, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui Dinas Sosial bersama Paguyuban Insan Jurnalis Pamekasan (PIJP) menggelar bhakti sosial untuk merayakan Hari Pers Nasional (HPN) ke-75 tahun 2021 di Mandhapa Aghung Ronggosukowati Pamekasan, Kamis, Aghung/2021).
Bhakti sosial ini dengan tema ‘Bangkit dari Pandemi dan Pemulihan Ekonomi, Pers Sebagai Akselerator Perubahan’.
Dihadiri oleh Sekdakab Pamekasan, Kapolres, Dandim 0826 dan jajaran Forkopimda di Pamekasan, Ketua PWI , AJP, FWP, JCP, IWO serta tamu undangan lainnya.
Bupati Pamekasan melalui Sekretaris Daerah Totok Hartono dalam sambutannya mengatakan, Jurnalis di Pamekasan adalah mitra pemerintah dalam mewujudkan kebijakan-kebijakan, agar Pamekasan bisa bergerak dan dapat berdaya saing dengan Kabupaten lainnya.
“Insan Pers adalah partner dari Pemerintah”, ucapnya.
Untuk itu, di tengah pandemi, Pemkab Pamekasan dan jurnalis harus selalu bersinergi untuk kemudian bisa melawan Covid-19 melalui tugas masing-masing. Ia berharap pola kemitraan itu bisa dibangun dengan konsep transparansi.
“Untuk Bapak dan Ibu lansia yang mendapatkan bantuan, semoga hal ini bisa bermanfaat”, harapnya.
Sementara Ketua PIJP, Sujak Lukman menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh pihak yang ikut terlibat dalam acara peringatan HPN ke 75 tahun 2021. Menurutnya, dalam peringatan kali ini memilih untuk menggelar bhakti sosial dengan berbagi sembako kepada Lansia sebatangkara dan kurang mampu.
Insan pers, kata Sujak, harus menjadi akselerator perubahan dan berperan serta membantu dalam pemulihan ekonomi, terutama di Kabupaten Pamekasan ini. Ia menilai pentingnya peran Pers bersama Pemkab untuk terus berjuang menjadi garda terdepan menghadapi Pandemi.
“Semoga hal ini sebagai salah satu cara kita untuk berperan melawan pandemi,” sambungnya.
Ketua Persatuan Wartawan Imdonesia (PWI) Pamekasan, Abd Aziz mengatakan, peran pers harus dipahami sebagai pola meningkatkan kemampuan individu dalam menyajikan berita yang edukatif di tengah pandemi.
“Ideologi yang kita inginkan adalah bagaimana pola pemberitaan bisa sejalan dan mengawal segala kebijakan Negara”, jelasnya.
Bagi Aziz, individu wartawan serta organisasi kewartawan juga memiliki pengaruh dalam menciptakan konten konten positif di tengah maraknya hoaks.
“Kami PWI mengapresiasi karya-karya teman Jurnalis, apalagi kegiatan baksos yang mendukung kearifan lokal”, tutup Aziz. (Rofiuddin/Adv)








