Arab Saudi Akan Kembalikan Biaya Umrah Calon Jemaah yang Batal Berangkat

  • Bagikan
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah SMSI-MURI-C-1.png

Jakarta – Pemerintah Arab Saudi akan mengembalikan biaya visa dan layanan umrah lainnya bagi calon jemaah yang batal berangkat ke Tanah Suci. Langkah ini dilakukan menyusul penangguhan perjalanan umrah dan turis demi menghindari penyebaran virus corona.

Pengembalian visa disampaikan oleh Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi pada Minggu (1/3). Melalui Twitter, Saudi mengatakan “telah mempersiapkan mekanisme elektronik” untuk pengambalian biaya visa umrah.

Pengembalian biaya visa ini akan dilakukan melalui agen-agen perjalanan umrah di masing-masing negara.

BACA JUGA :  Ungkap Kasus Togel, Tim Resmob Polres Minsel Amankan IRT Warga Rumoong Bawah

“Kementerian Haji dan Umrah telah mempersiapkan mekanisme elektronik untuk memperoleh visa dan biaya pelayanan untuk umrah via agen lokal di negara-negara jemaah umrah, setelah keputusan menangguhkan sementara jemaah masuk ke Kerajaan,” bunyi pengumuman Saudi.

Kementerian Haji dan Umrah Saudi melanjutkan, calon jemaah yang ingin meminta pengembalian dana bisa menghubungi agen-agen perjalanan di negara mereka. Kementerian tersebut juga membuka jalur hotline bagi calon jemaah dan agen yang ingin menanyakan permasalahan ini.

BACA JUGA :  Gubernur Sumsel bersama PJS Bupati OKU Selatan Laksanakan Panen Raya Padi Sawah dan Restocking Benih Ikan di Danau Ranau

Nomor hotline tersebut adalah: 00966920002814, atau email: mohcc@haj.gov.sa.

Sebelumnya pekan lalu Saudi mengumumkan penangguhan perjalanan umrah dan wisata ke negara mereka sebagai upaya pemerintah mencegah virus corona. Akibatnya, banyak calon jemaah umrah Indonesia yang telah berada di bandara batal berangkat.

BACA JUGA :  Letkol inf.Jadi.SIP berikan arahan kepada Anggota Koramil Tlogosari

Memang belum ada kasus virus corona di Saudi, namun virus penyebab pneumonia ini telah menyerang negara-negara tetangganya, seperti Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Iran.

Kasus terbanyak di Timur Tengah terdapat di Iran dengan 978 orang penderita. Sementara pasien virus corona yang meninggal di Negeri Para Mullah ini telah mencapai 54 orang. (Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan