Probolinggo, Lensanusantara.net – Pemerintah desa tegalsiwalan bekerjasama dengan masyarakat telah berhasil alokasikan pembabgunan jalan rabat beton.
Untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat ,harus didukung dengan sarana dan prasarana yang mendukung.Salah satunya akses insfrastruktur.
Demikian juga dengan desa /kecamatan tegalsiwalan ,kabupaten probolinggo , Jawa timur.
Dengan jumlah penduduk sekitar tiga ribu lima ratus jiwa ,mayoritas mata pencarian petani ,perlu dialokasikan pembangunan jalan rabat beton ,sebagai penghubung dua desa.
Adapun pembangunan insfrastruktur sebagai penghubung tersebut terletak di dusun montokan desa /kecamatan tegalsiwalan dan dusun darungan kidul desa paras kecamatan tegalsiwan.
Pembangunan jalan rabat dengan alokasi dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) pemerintah kabupaten probolinggo ,dikemas dalam Jaring Aspirasi Masyarat (Jasmas) atas penunjukan anggota DPRD kabupten probolinggo ,fraksi Nasdem H, Sugito , besar anggaran seratus juta.
Akses pembangunan jalan penghubung dua desa ini ,manfatkan langsung dirasakan oleh warga yang tinggal desa tegalsiwalan dan desa paras.
Awalnya jalan tidak bisa dilewati jalan kaki ,setelan dibagun bisa dilewati sepada motor.
Bahkan kendaraan roda empat seperti mobil dinas dan Truck bisa lewat.
Kondisi ini secara langsung dapat mengangkat taraf hidup masyarakat.
Menurut Pj. Kepala Desa Tegalsiwalan Roinuddin , ditemui awak media Lensa Nusantara saat meninjau kondisi jalan rabat beton ,minggu (30/8/2020) mengatakan ,”berkat kerjasama antara pemdes dan masyarakat ,pembangunan jalan rabat selesai sesuai agenda.
Kwalitas bagus sehingga bisa dilewati kendaraan truck mengangkut kayu sengon dan tebu ,sehingga penghasilan warga juga ikut bertambah ,”ujarnya.
Masih menurut Pj kades tegalsiwalan yang akrab dipanggil Roin ,mengajak warga menjaga dan ikut memiliki jalan yang telah dibangun sehingga bisa bertahan lama untuk kepentingan bersama.
Disamping pembangunan insfrastruktur ,pemdes tegalsiwalan targetkan pembangunan destinisasi wisata.
Sesusai program pemerintah kabupaten probolinggo ‘One Village ,One Destination ,satu desa ,satu pengembangan wisata.
Sebenarnya masih banyak tempat wisata terpendam di desa tegalsiwalan yang pelu perhatian pemerintah daerah dalam hal ini dinas pariwisata.(Tyara)






