Bogor, Nusantara Net – alam rangka menyambut 10 Muharram 1442 Hijriah atau yang lebih di kenal hari lebaran anak yatim, PT Prayoga Pertambangan Energi (PPE) Kabupaten Bogor memberikan santunan kepada anak yatim piatu, serta mengajak Study Tour mengenal alat produksi aspal hasil karya BUMD milik Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor itu.
Direktur PT PPE Agus Setiawan mengatakan apa yang dilakukan ini sebagai bentuk rasa syukur serta agar anak-anak juga mengenal produksi perusahaan yang dipimpinnya.
“Alhamdulillah, hari ini 20 orang anak yatim piatu warga Desa Citaringgul, Kecamatan Babakan Madang kita berikan santunan. Mereka juga kita perkenalkan alat-alat berat, asphalt mixing plant (AMP) dan lainnya. Tujuan study tour ini agar mereka mengerti bagaimana aspal itu diproduksi,” kata Agus Setiawan, Selasa (1/9/2020).
Agus menambahkan, kepada puluhan anak yatim piatu itu dirinya memberikan motivasi untuk terus sekolah hingga jenjang pendidikan tertinggi.
“Kalian di masa depan bisa kok kerja di PT PPE asalkan punya kemampuan di manajemen, teknik mesin atau bisa juga menjadi sopir truk atau alat-alat besar. Selain itu, kalau masih di era kepemimpinan saya maka kalian juga harus mengaji,” tambahnya.
Agus menuturkan, jika perusahaan daerah yang dikelolanya terus mendapatkan keuntungan maka dia berjanji akan memperluas jangkauan santunan anak yatim piatu ke desa atau kecamatan terdekat.
“Saat ini PT PPE kan kondisi keuangannya semakin membaik dari awalnya terpuruk. Jika keuntungan kami semakin membesar maka kami akan menambah atau memperluas santunan kepada anak-anak yatim piatu baik itu ke desa maupun kecamatan sekitar,” tutur Agus.
Sementara itu, Sekcam Babakan Madang Dwi Asih Rachmawati bersyukur PT PPE memberikan santunan kepada anak yatim piatu di daerahnya. Dia berharap santunan dari BUMD atau perusahaan swasta bisa menambah angka rata-rata lama sekolah.
“Peran PT PPE dan perusahaan swasta sebagai bapak asuh anak-anak yatim piatu kita harapkan bisa menambahn angka rata-rata lama sekolah, kita tentu tidak berkeinginan mereka putus sekolah baik itu di tingkat SMA, SMP apalagi SD,” harap Dwi.
Dia melanjutkan, selain perusahaan tersebut masyarakat sekitar yang tergolong mampu juga bisa ikut menyantuni para anak yatim piatu.
“Menyantuni anak yatim piatu ini kan hadiahnya bisa tinggal satu pintu surga dengan Rosulullah SAW, jadi kita semua harus berlomba-lomba untuk memberikan santunan,” lanjutnya. (mulyadi)








