Berita

MBG di SDN 1 Bunder Purwakarta Jadi Sorotan, Menu Diduga Tak Layak dan Mobil Pengirim Dicurigai

818
×

MBG di SDN 1 Bunder Purwakarta Jadi Sorotan, Menu Diduga Tak Layak dan Mobil Pengirim Dicurigai

Sebarkan artikel ini
Menu MBG di SDN 1 Bunder

Purwakarta, LENSANUSANTARA.CO.ID – Orang tua siswa SDN 1 Bunder, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, mulai angkat bicara mengenai menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan ke sekolah mereka. Salah satu orang tua siswa, yang berinisial KO, mengungkapkan bahwa menu MBG di SDN 1 Bunder kurang layak dan sudah beberapa kali dikomplain, tapi tidak ada perubahan.

Example 300x600

“Menu MBG di sini kayanya kurang layak, anak saya cuma dapat makanan sederhana. Gizi mana?” keluh orang tua siswa tersebut, Senin (09/03/2026).

BACA JUGA :
Tingkatkan Infrastruktur, Desa Bungurjaya Purwakarta Realisasikan Jalan Hotmix di Dusun II

Yang lebih mencurigakan, mobil pengirim MBG menggunakan mobil Avanza dengan logo Badan Gizi Nasional (BGN), bukan mobil box yang biasa digunakan di SPPG. Hal ini memunculkan pertanyaan apakah mobil tersebut memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

BACA JUGA :
Pemkab Purwakarta Terus Tingkatkan Populasi Ribuan Ekor Ternak Lewat SIKOMANDAN

Mahesa Jenar, Aktivis Sosial Purwakarta, menuntut klarifikasi dari SPPG terkait penggunaan mobil Avanza. “SPPG harus jelaskan mengapa menggunakan mobil Avanza yang tidak sesuai dengan standar pengiriman makanan. Apakah ada main-main dengan anggaran? Ini sangat mencurigakan!” tegas Mahesa Jenar.

Mahesa Jenar juga mempertanyakan apakah mobil Avanza tersebut memenuhi SOP, seperti memiliki izin operasional yang sah, memenuhi standar keamanan dan keselamatan, memiliki fasilitas yang memadai untuk mengangkut makanan, dan didaftarkan serta diinspeksi secara rutin.

BACA JUGA :
Kepala BGN Resmikan SPPG di Jember, Gus Fawait: Program MBG Dorong Perputaran Ekonomi

“Kita tidak bisa tutup mata jika ada indikasi penyimpangan. SPPG harus bertanggung jawab atas kualitas MBG yang didistribusikan ke sekolah. Kami akan terus pantau dan desak klarifikasi!” ancam Mahesa Jenar. (Maman)