Berita

Petani di Banyuwangi Khawatir Gagal Panen Karna Serangan Hama dan Kurangnya Penggunaan Pupuk

54
×

Petani di Banyuwangi Khawatir Gagal Panen Karna Serangan Hama dan Kurangnya Penggunaan Pupuk

Sebarkan artikel ini

Banyuwangi, lensanusantara.co.id – Hama wereng pada tanaman jenis padi dalam beberapa bulan ini terus menyerang hingga membuat sejumlah petani khawatir akan terjadi gagal panen.

Example 300x600

Belum usai persoalan kelangkaan pupuk urea subsidi bagi sejumlah petani, kini para petani dihadapkan dengan persoalan hama tanaman yang kian waktu terus menyerang seperti halnya wereng, hama tikus, ulat, walang sangit dan sejenisnya.

Diungkapnya seorang petani warga Desa Karangsari, Eko saat ditemui mengatakan, saat ini hama tanaman jenis wereng, ulat dan walang sangit sudah menempel ditanaman padi nya.

Saat ini dari informasi sejumlah relasinya, untuk mengusir hama pada tanaman tersebut lebih efektif dan maksimal dengan mengunakan abu tembakau karena pada kandungan abu tembakau tersebut mengandung nikotin hingga 8 persen dan secara langsung bisa membasmi dan mematikan hama-hama pada tanaman.

” Kami sudah melakukan penyemprotan dan penaburan abu tembakau, jika dilihat hasilnya bisa membasmi hama pada tanaman padi saya. Namun, hama pada tanaman padi biasanya datang sewaktu-waktu mengikuti arah mata angin. Saat ini hama wereng dan sejenisnya masih bisa diatasi dengan bubuk tembakau yang harganya ekonomis jika dibandingkan dengan obat – obatan pengusir hama. Abu dari bahan tembakau ini bisa dikatakan sebagai pestisida nabati dan sangat besar manfaatnya bagi lahan kami. Tikus Pun juga bisa teratasi ditaburkan disejumlah lubang dan dipinggir lahan persawahan,”Bebernya pada Rabu (21/10/2020).

Menurutnya, baru selama sepekan ini dilakukan penyemprotan . Untuk hasil awal sudah mulai terlihat sejumlah hama pada tanaman padi bisa teratasi.

“Petani juga makin di perburuk dengan hilangnya stok pupuk subsidi,dan mesti mengunakan pupuk non subsidi dengan harga yang luar biasah.sehingga pengunaan pupuk mesti di kurangi dengan resiko kurang baiknya pertubuhan pada jenis tanamannya “. pungkasnya (her)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!