Lahat,Lensanusantara.co.id – Tepatnya di desa tanjung baru Hampir ratusan emak emak Senen ( 09 November 2020 pukul 16.31) dari 20 desa perwakilan dari emak emakbmulai dari lebuay bandung sampai tanjung pinang Merapi area, hadang jalan PT. DAS. Dalam hal ini emak emak tersebut menuntut uang debu dari semua iup perusahaan tambang batu bara yang ada di kabupaten lahat, khususnya yang berada di Merapi area. Hal ini diwadahi oleh asosiasi angkutan pertambangan batu bara kabupaten lahat. Yang diketuai oleh (pandriadi).
Senada hal ini terkait aksi emak emak tersebut, langsung hadir manajemen dari PT. Das melalui humasnya (Joni Iskandar) yang menyampaikan bahwa “manajemen PT. Das meminta waktu dua hari lagi, karena masih menunggu putusan dari manajemen pusat” Pungkasnya.
“Aksi emak emak tersebut tanpak juga ada camat Merapi barat (sumarno), senada hal yang disampaikan pak camat Merapi barat yang penting masyarakat melalui emak emak yang aksi kali ini jangan anarkis dan jangan sampai mengganggu pengguna jalan umum lainya”ucapnya.
Hal juga disampaikan oleh ketua Asosiasi angkutan pertambangan batu bara lahat (pandriadi) masyarakat hanya menuntut komitmen agar supaya pihak perusahaan menyanggupi tuntutan masyarakat Merapi area yang dilakukan emak emak tersebut;ungkapnya.
Senada hal yang disampaikan oleh salah satu emak emak (mis heriati) yang juga merupakan perwakilan dari emak emak desa Merapi berharap agar perusahaan PT Das bisa mengikuti perusahaan yang lainnya, hanya itu saja tuntutan kami kenapa perusahaan yang lainya setuju sedangan PT Das, belum ada jawaban sampai sekarang. Sedangkan emak emak pertanggal 15 harus menerima uang debu nya, ujarnya.(Hs)








