Lensa Nusantara
Berita Featured

Aliansi Umat Islam Sidoarjo Menolak Kedatangan Habib Rizieq Sihab

Sidoarjo, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pada hari Sabtu tanggal 21 Nopember 2020 pukul 13.29 Wib di Monumen Jayandaru Alun-alun Sidoarjo telah dilaksanakan giat aksi penolakan kedatangan Habieb Rizieq Shihab yang dilakukan Aliansi umat Islam Sidoarjo sebanyak 45 orang yang dipimpin Bpk Ahmad Sugito dan Bpk Sumi Harsono dengan menggunakan 5 unit R4 , 1 unit kendaraan pengangkut sound sistem dan 10 unit R2.

Pukul 13.35 Wib dilakukan orasi dari berbagai elemant Aliansi Umat Islam Sidoarjo yang intinya sebagai berikut :

  1. Kami Aliansi Umat Muslim Sidoarjo menolak kedatangan HRS (Habieb Rizieq Shihab) ke Jawa Timur.
  2. HRS tidak pantas menjadi ulama karena tidak ada ulama yang melontarkan bahasa kotor dan itu tidak pantas bagi seorang habib.
  3. Ikatan Keluarga Besar Ponpes Darul Ulum (IKAPDAR), LSM Seven Gab, GP Ansor , PMII Unsuri, Cakrawala Timur, Banteng Muda Indonesia, Ikatan Pedagang Sidoarjo menolak kedatangan Habieb Riziq Shihab yang telah memecah perdamaian Indonesia.
  4. Dengan perilaku HRS dapat terjadi perpecahan SARA ditengah masyarakat .
  5. Ini adalah kepedulian warga Kab.Sidoarjo sangat menentang HRS yang saat ini bukan seorang Habieb dan mengaku keturunan nabi serta menggunakan nama Muslim.
  6. Walaupun kita melakukan orasi aksi damai kita juga memikirkan protokol kesehatan jangan bergerbol .
  7. Kita sepakat dan bersama-sama untuk menolak HRS karena menginjak Pancasila lambang negara kita dan memecah NKRI.

Pukul 13.56 Wib sambutan dari Bapak Sumi Harsono dan rekan Seven Gab diantaranya sebagai berikut :

  1. Bagi seluruh masyarakat dari berbagai lapisan khususnya warga Kab.Sidoarjo diharapkan berperan aktif menjaga kerukunan dan kedamaian di Jawa Timur.
  2. Sidoarjo merupakan kabupaten yang cukup luas serta padat penduduk dan beraneka ragam suku, etnis dan golongan sehingga kita harus saling menjaga teguh NKRI yang tidak dapat dipecahkan.
  3. Kami dari gabungan aliansi pada siang hari ini minta kepada pimpinan pusat mendesak agar FPI dibubarkan.
  4. Kami minta kepada TNI/Polri bahwa kami mendukung dan agar selamatkan ideologi Negara, Pancasila dan UUD 1945.
  5. Kami tidak menurunkan massa yang besar karena kami menghormati protokoler kesehatan dan pimpinan Daerah namun manakala HRS tidak menghiraukan TNI/Polri kami siap untuk membantu sampai darah penghabisan.

Bapak Samsul (Seven Gab) menerangkan :

  1. Kami anak bangsa tidak mau diadu domba yang berkedokkan agama .
  2. Tujuan kita adalah jaga persatuan kita jangan mau diadu domba.
  3. Kita diSidoarjo adalah garda terdepan dan menolak keras kedatangan ke Jatim khususnya Sidoarjo.
  4. Pukul 14.25 Wib melaksanakan Do’a penutup selanjutnya kegiatan aksi damai dari Aliansi Umat Islam Sidoarjo selesai, selama kegiatan berlangsung situasi konfusif. (*)

Related posts

Kabiro Lensa Nusantara OKU Raya: Saatnya yang Muda Maju di PILKADA 2020

Redaksi

Bupati bersama Forkopimda OKU Melaksanakan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih HUT Ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020

Redaksi

Diduga Puing Bekas Bangunan Sekolah Hilang di Lokasi, Aset Negara di Pertanyakan

Redaksi