Lensa Nusantara
Berita

Wali Kota Probolinggo Membuka Milenial Job Center

Probolinggo, LENSANUSANTARA.CO.ID
Bertempat di Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota, Kamis (25/3/2021) berlangsung Sosialisasi Millenial Job Center (MJC) dan pembukaan pelatihan berdasarkan unit kompetensi bagi 150 peserta dari alumni SMKN 1, 2, 3 dan 4 serta mahasiswa Universitas Panca Marga juga mahasiswa STIA Bayuangga Kota Probolinggo.

Acara ini dibagi menjadi dua sesi untuk 75 orang peserta, sedangkan pelatihan berdasarkan unit kompetensi diikuti sebanyak 112 peserta yang dibagi menjadi 7 pelatihan. Setiap pelatihan diikuti 16 peserta yang terdiri dari pelatihan bordir, tata rias pengantin, pembuatan roti dan kue, pratical office advance, menjahit pakaian wanita dewasa dan menjahit komponen.

“Tujuan pelatihan ini adalah untuk mengembangkan ekonomi kreatif dan kompetensi di dunia usaha atau berwirausaha khususnya di Kota Probolinggo,” ujar Plt Kepala DPMPTSP dan Naker Fatchur Rozi, dalam laporannya.

Diketahui, sosialisasi MJC ini merupakan kali kedua diadakan sebelumnya digelar pada tahun 2020. “Sebagaimana kita ketahui bahwa tahun 2020 sampai dengan tahun ini telah terjadi PHK besar-besaran dikarenakan bencana non alam COVID 19,” buka Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin dalam sambutannya didampingi Sekda drg Ninik Ira Wibawati.

BACA JUGA :  Kunjungan Ketua KADIN Kab. Bekasi, Obing Fachrudin ke SMSI Bekasi Raya : "Saya Berharap Gabung dan Menjalin Kerjasama terhadap SMSI"

Mengurangi pengangguran yang diprioritaskan adalah salah satu sektor penciptaan lapangan kerja dalam upaya mewujudkan kemandirian dan kewirausahaan. “Disamping itu pemkot memiliki tugas, yaitu memberikan motivasi dan dorongan kepada peserta guna mengembangkan kemampuan dan kreasinya di bidang wirausaha sehingga dapat meningkatkan produktivitasnya dan secara tidak langsung dapat menyerap tenaga kerja baru, dengan demikian membantu pemerintah mengurangi pengangguran,” urainya.

Wali Kota Habib Hadi berpesan kepada Plt. DPMPTSP dan Naker agar setiap investasi di Kota Probolinggo harus ada persyaratan merekrut warga Kota Probolinggo dalam tenaga kerjanya dan DPMPTSP harus melengkapi kebutuhan perusahaan. Selanjutnya DPMPTSP harus melatih para tenaga kerja itu. “Untuk 2-3 tahun ke depan pelabuhan berkembang sangat luar biasa. Sehingga tidak ada lagi warga Kota Probolinggo menjadi penonton,” pesannya.

Hadir sebagai narasumber dari East Java Super Coriddor (EJSC) Jember, diharapkan setelah mengikuti giat ini peserta mampu ada peningkatan pengetahuan yang berfokus pada matchmaking freelancer. Sedangkan bagi peserta pelatihan mampu mengembangkan kompetensinya di dunia usaha atau kewirausahaan di Kota Probolinggo. (Tyara)