free stats

Pj. Sekda Apresiasi Kinerja Satpol PP dan Kebakaran

Trenggalek, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pimpin apel peringatan HUT ke-72 Satuan Polisi Pamong Praja, 103 Pemadam Kebakaran dan 60 Satlinmas di Kabupaten Trenggalek, Penjabat (Pj) Sekda Trenggalek Dr. Andriyanto, SH., M.Kes., berterima kasih kepada OPD ini atas dedikasinya dalam menjalankan tugas sebagai abdi masyarakat. Kondusifitas ketertiban dan keamanan masyarakat saat ini menurutnya tidak lepas dari peran Satpol PP, Satlinmas dan Pemadam Kebakaran.

Apalagi upaya pencegahan merebaknya penyebaran Corona Virus Diseased 2019 varian Omicron di tanah air, yang juga tidak lepas dari peran Satpol PP dalam menjaga masyarakat untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan, melalui operasi yustisi yang humanis.

Meski sudah menjalankan tugas dengan baik, Penjabat Sekda ini menitipkan pesan untuk satuan ini mengedepankan sikap humanis dalam menjalankan tugasnya. Pasalnya masyarakat saat ini tidak lagi bertanya apa, siapa, kapan. Karena beban yang dipikul saat ini lebih mengedepankan mengapa dan bagaimana.

Masyarakat kini lebih kritis terhadap pembatasan pembatasan, ajakan-ajakan yang dilakukan pemerintah. Diharapkan dengan pendekatan humanis dan profesional kegundahan atau ketidaktahuan masyarakat menjadi jelas. Dengan begitu masyarakat mau dengan sukarela mendukung upaya pemerintah.

Terakhir dalam peringatan HUT ke-72 Satuan Polisi Pamong Praja, 103 Pemadam Kebakaran dan 60 Satlinmas Pj. Sekda Trenggalek itu berpesan 3 hal kepada jajarannya di Satpol PP dan Kebakaran.

Pesan pertama, Satpol PP diminta untuk terus bisa meningkatkan pengetahuan. Utamanya menghafal perda yang ada di Kabupaten Trenggalek. Pasalnya perda inilah yang menjadi dasar Satpol PP melaksanakan tugas dan dengan paham maka tugas mereka juga akan mudah.

Kemudian selain menjaga ketertiban umum dan yang lainnya, personil Satpol PP dan Pemadam Kebakaran juga diminta untuk senantiasa meningkatkan ketrampilan.

Sikap dan perilaku baik menjadi pesan terakhir dari Penjabat Sekda itu. Karena dalam bekerja perlu dibarengi dengan sikap yang baik dan untuk bisa menunjukkan perilaku yang baik butuh proses yang panjang. “Ini tidak bisa instan dan butuh belajar. Empati berbeda dengan simpati,” tandas Andriyanto, Selasa (8/3) di Gedung Bawarasa Trenggalek. (yanto)