Berita

Kapolresta Denpasar Hadiri Pelepasan Jemaah NU Menuju Lapangan Delta Sidoarjo Jawa Timur

151
×

Kapolresta Denpasar Hadiri Pelepasan Jemaah NU Menuju Lapangan Delta Sidoarjo Jawa Timur

Sebarkan artikel ini
Kota Denpasar
Kapolresta Denpasar saat menghadiri pelepasan keberangkatan rombongan jemaah NU (Nahdlatul Ulama) yang akan menuju lapangan Delta Sidoarjo Jawa Timur (Jatim). Senin pagi 06/02/2023. (Dok. Humas Polresta Denpasar)

Denpasar, LENSANUSANTARA.CO.ID – Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, Senin pagi (6/2/23) menghadiri pelepasan keberangkatan rombongan jemaah NU (Nahdlatul Ulama) yang akan menuju lapangan Delta Sidoarjo Jawa Timur (Jatim) di Terminal Ubung Jalan Cokroaminoto Kel. Ubung Denpasar.

Bersama Kapolresta hadir pula Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara S.E, Wakil Ketua DPRD Made Muliawan Arya, Ketua Komisi 1 Ketut Suteja Kumara, Ketua PCNU Kota Denpasar Haji Pujianto,S. Adm, Kapolsek dan Camat Denpasar Utara.

Example 300x600

Rencananya keberangkatan jemaah NU sebanyak 350 orang ini untuk mengikuti resepsi perayaan hari lahir 1 (satu ) Abad NU yang akan di laksanakan pada 6 sampai 7 Pebruari 2023 di Lapangan Delta Sidoarja Jawa Timur.

BACA JUGA :
Dikenal Kota Tape, Bondowoso Juga Penghasil Kopi dan Pasar Ikan Pindang Terbesar di Jatim

Dengan menggunakan armada Bus sebanyak 7 unit meski cuaca sedang hujan tetapi rombongan jemaah sangat antusias dan dengan dikawal langsung Unit Patroli Sat Lantas Polresta Denpasar menuju pelabuhan Gilimanuk Jembrana, rombongan dilepas oleh Walikota Denpasar dengan didampingi Kapolresta Denpasar dan para undangan.

BACA JUGA :
Cara TNI-Polri Amankan Delegasi dan Tamu KTT G20 saat Beribadah

Walikota Denpasar sebelum melepas rombongan menyampaikan apresiasi dan selamat kepada jemaah NU yang akan berangkat. “Saya doakan semoga Bapak ibu selamat sampai tujuan dan bisa mengikuti acara perayaan hari 1 Abad NU di Sidoarjo Jawa Timur serta acara tersebut bisa berjalan aman dan lancar,” ucap Walikota.

Haji Pujianto selalu Ketua PBNU Kota Denpasar menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota dan Polresta yang sudah menghadiri dan melepas keberangkatan jemaah, “Terimakasih kepada Walikota Denpasar dan Kapolresta atas perhatiannya dan melepas rombongan jemaah menuju Sidoarjo Jawa Timur,” ucap Haji Pujianto.

BACA JUGA :
Mengenal Sebutan Pj, Pjs, Plt, Plh Dalam Pemerintahan Daerah

Sementara itu Kapolresta Denpasar mengatakan Keberangkatan Jemaah telah di berikan pengawalan sampai pelabuhan Gilimanuk Jembrana, “Kami memastikan jemaah sampai tujuan dengan aman dan lancar, dibantu pengawalan Unit patroli Sat Lantas,” ucap Kapolresta. (Humas)

Tak Lagi Bergantung Bansos, Warga Ngawi Didorong Sukses Lewat Program Jatim Puspa PlusNgawi, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menyalurkan bantuan Program Jatim Puspa Plus kepada masyarakat penerima manfaat di Kantor Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi (23/7/2026).Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan di pedesaan.Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Program Jatim Puspa Plus juga bertujuan memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan usaha mikro, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.Kegiatan penyerahan bantuan dihadiri Kepala Desa Jambangan Murdoko, Camat Paron, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Ngawi Budi Santoso, Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa DPMD Provinsi Jawa Timur Damin, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas Desa Jambangan.Dalam sambutannya, Kepala Desa Jambangan, Murdoko mengatakan bantuan yang diberikan bukan berupa uang tunai, melainkan barang yang disesuaikan dengan jenis usaha penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk mengembangkan usaha yang telah berjalan maupun memulai usaha baru.> "Bantuan ini diberikan dalam bentuk barang agar dapat langsung dimanfaatkan untuk menjalankan atau mengembangkan usaha. Jika dikelola dengan baik, usaha penerima manfaat akan berkembang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujarnya.Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Ngawi, Budi Santoso menjelaskan bahwa Program Jatim Puspa Plus menyasar perempuan yang telah graduasi dari Program Keluarga Harapan (PKH) maupun masyarakat yang masuk dalam kelompok kesejahteraan desil 1 hingga desil 5.Ia berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui kegiatan usaha produktif.> "Kami berharap bantuan ini menjadi modal untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Penerima manfaat juga diharapkan fokus mengembangkan usahanya sehingga mampu mandiri secara ekonomi," katanya.Budi menambahkan, program ini diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki semangat berwirausaha sehingga diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup tanpa terus bergantung pada bantuan sosial.Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa DPMD Provinsi Jawa Timur, Damin menjelaskan bahwa pelaksanaan Program Jatim Puspa Plus mengacu pada Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 64 Tahun 2013 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap melakukan pendampingan hingga proses penyaluran bantuan kepada masyarakat.Menurutnya, bantuan Jatim Puspa Plus merupakan bantuan khusus yang pada tahun 2026 mengalami peningkatan nilai dari Rp2,5 juta menjadi Rp 3 juta untuk setiap penerima manfaat.> "Pesan Ibu Gubernur Jawa Timur, setelah menerima bantuan masyarakat diharapkan segera memulai usaha dan membangun jejaring usaha agar dapat saling mendukung ketika menerima pesanan dalam jumlah besar," jelas Damin.Ia menilai kolaborasi antarpelaku UMKM menjadi salah satu kunci agar usaha masyarakat dapat berkembang lebih cepat sekaligus menciptakan pemerataan manfaat ekonomi di tingkat desa."Apabila setiap desa mampu mengembangkan potensi yang dimiliki, maka perekonomian desa akan tumbuh dan kesejahteraan masyarakat pun ikut meningkat," tambahnya.Ditemui secara terpisah, Kepala bidang usaha ekonomi desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, Damin menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerima bantuan, baik melalui pendampingan internal maupun eksternal. Evaluasi tersebut meliputi pemanfaatan bantuan, peningkatan pendapatan usaha, serta tingkat keberhasilan usaha yang dijalankan oleh penerima manfaat.Selain menerima bantuan, masyarakat juga akan memperoleh pendampingan agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.Pada tahun 2026, Program Jatim Puspa Plus di Kabupaten Ngawi menyasar tiga desa, yakni Desa Jambangan di Kecamatan Paron, Desa Karangjati, dan Desa Kedungmiri.Bagi masyarakat yang telah mengajukan usulan namun belum memperoleh bantuan pada tahap ini, Damin memastikan usulan tersebut akan diupayakan masuk dalam pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Tahun 2026.Melalui Program Jatim Puspa Plus, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap semakin banyak masyarakat yang mampu membangun usaha secara mandiri, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat perekonomian desa sebagai fondasi pembangunan daerah (Taufan Rahsobudi/ Lensa Nusantara Ngawi).
Berita

Post Views: 1,690 Ngawi, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Provinsi…