Berita

Larung Tumpeng di Telaga Sarangan, Ini Pesan Bupati Magetan

170
×

Larung Tumpeng di Telaga Sarangan, Ini Pesan Bupati Magetan

Sebarkan artikel ini
Magetan
Pelepasan Larung Tumpeng Ditengah Tengah Telaga Sarangan Magetan, Jumat (3/03/2023), (Foto: Diajeng/Lensanusantara).

Magetan, LENSANUSANTARA.CO.ID – Larung Tumpeng di Telaga Pasir yang terkenal dengan sebutan Telaga Sarangan merupakan agenda wisata budaya Kabupaten Magetan yang dilakukan warga Kelurahan Sarangan setiap setahun sekali yaitu di bulan ruwah (kalender Jawa).

Example 300x600

Pelaksanaan larung tumpeng yang digelar oleh warga Sarangan setiap setahun sekali itu, merupakan wujud syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas berkah telaga dan alam yang indah dan tanah subur di wilayah Kelurahan Sarangan.

BACA JUGA :
Gandeng Media di Magetan, KPU Provinsi Jawa Timur Gelar Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih

Bupati Magetan Suprawoto Berpesan, “walaupun kita masih waspada tingkat pandemi, oleh sebab itu kegiatan kegiatan semacam ini perlu dilestarikan, karena ini merupakan sebuah tradisi yang diyakini sebagai bentuk syukur masyarakat sarangan dan sekitarnya di dalam mencintai alam sarangan yang indah, dan juga memberikan kehidupan yang baik bagi masyarakat”. Tuturnya

BACA JUGA :
HUT SMKN Kartoharjo Magetan Adakan Lomba Modifikasi Motor untuk Salurkan Bakat Para Siswa

“Oleh sebab itu saya memutuskan sarangan ini kedepan harus ditata lebih baik, sehingga sarangan ini menjadi kebanggan masyarakat, cara mencintai alam ini adalah dengan cara yang baik”.

“Masyarakat sarangan yang lahir disini diberikan alam yang sangat indah, dan memberi kemakmuran bagi masyarakat, kewajiban masyarakat sarangan itu adalah menjaga dan sekaligus memperbaiki, sesuai dengan perkembangan zaman, sarangan harus di tata lebih bagus lagi”.

BACA JUGA :
Diawali dengan Apel Gelar Pasukan, Polres Magetan Lakukan Operasi Keselamatan Semeru 2023

Ditempat Yang sama Prima Suhadi putra lurah sarangan menjelaskan, “Tahun kemarin sama kayak tahun sekarang, cuma ini ada tambahan tambahan, kalau secara ritual tetap, cuma ada tambahan tambahan seperti musik, dan sebagainya”. Jelas Prima.(Diajeng)