Berita

Dibantu ‘Mat Tape’, SMPN 1 Curahdami Bondowoso Lakukan Deteksi Minat, Talenta, dan Personality Siswa

×

Dibantu ‘Mat Tape’, SMPN 1 Curahdami Bondowoso Lakukan Deteksi Minat, Talenta, dan Personality Siswa

Sebarkan artikel ini
Kepala SMPN 1 Curahdami
Asesmen awal deteksi minat, talenta, dan personality di SMPN 1 Curahdami.

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Sekolah dapat dimaknai sebagai upaya membantu siswa agar optimal dalam bakat, minat, potensi, dan kepribadiannya. Oleh karena itu menjadi penting adanya deteksi awal tentang kondisi siswa. Terlebih di awal tahun pelajaran baru.

Di awal tahun pelajaran 2023/2024, SMPN 1 Curahdami melaksanakan kegiatan deteksi gaya belajar, bakat minat, dan kepribadian siswa pada Sabtu (22/7/2023). Kegiatan ini juga biasa dikenal dengan istilah asesmen awal atau diagnostik nonkognitif.

Example 300x600

Guna memudahkan proses deteksi terhadap kondisi awal siswa, SMPN 1 Curahdami mengembangkan aplikasi sebagai inovasi layanan publik bernama ‘Mat Tape’. Sebuat aplikasi untuk mendeteksi minat, talenta, dan personality.

BACA JUGA :  Tahun Baru 2022, Polres Bondowoso Akan Gelar Vaksinasi di Tempat Wisata

“Aplikasi ini kami launching dan kami uji cobakan langsung sesuai kebutuhan di tahun pelajaran baru. Kami butuh tahu profil setiap siswa agar layanan berikutnya bisa lebih maksimal,” ungkap Mohammad Hairul, M.Pd selaku Kepala SMPN 1 Curahdami.

Kepada Tim Lensa Nusantara, Ahmad Mauzun, S.Pd selaku inovator dan pengembang dari aplikasi Mat Tape menyampaikan detail cara kerja dan simulasi dari aplikasi karya inovasinya tersebut.

BACA JUGA :  Wabup Irwan Hadiri Upacara Hari Jadi Gerakan Pramuka ke-62 Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bondowoso

“Melalui aplikasi Mat Tape, sekolah tidak hanya mendapatkan hasil deteksi tentang minat, talenta, dan personality setiap siswa. Namun juga mendapatkan hasil analisisnya secara menyeluruh,” ungkap guru BK tersebut.

Lebih lanjut data tersebut akan digunakan sebagai data profil siswa di kelas masing-masing. Sehingga semua guru dapat melaksanakan pembelajaran diferensiasi khas kurikulum merdeka.

Saat ditanya alasan mengapa memberi nama aplikasinya ‘Mat Tape‘, Mauzun menyampaikan bahwa ia sengaja menggunakan nama yang khas lokal dan kiranya akan mudah akrab di pendengaran masyarakat penggunanya.

BACA JUGA :  Jajaran Polres Kampar Terus Gencarkan Pendisiplinan Protkes, Walaupun Penyebaran Covid-19 Menurun

“Data hasil deteksi menggunakan Mat Tape saya rasa akan sangat berguna untuk banyak hal. Mulai dari layanan pembelajaran di kelas, bahkan sampai sebagai acuan dalam pengambilan kebijakan,” ungkap Latifah, S.Pd selaku Urusan Kurikulum.*

**) IIkuti berita terbaru Lensa Nusantara di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.