Nasional

Nasim Khan Gelar Sosialisasi PGEO Dalam Proses Transisi Energi Bersih dan Berkelanjutan

227
×

Nasim Khan Gelar Sosialisasi PGEO Dalam Proses Transisi Energi Bersih dan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Nasim Khan Indonesia
acara sosialisai peran Pertamina Geothermal Energy dalam proses transisi energi bersih dan berkelanjutan, di Hotel Ijen View, Jumat, (15/09/2023).(Dok. SMSI Bondowoso)

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Kerja sama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bondowoso dan PT Medco Cahaya Geothermal yang akan melakukan eksploitasi panas bumi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Wilayah Kecamatan Ijen mendapat sorotan dari Nasim Khan Anggota DPR RI Fraksi PKB.

Menurut Nasim, eksploitasi yang berada di Daerah Ijen nantinya akan sangat bermanfaat untuk perkembangan dan kemajuan Kota Bondowoso.

Example 300x600

“Harapan saya dengan adanya PLTP di Ijen harus lebih mengutamakan azas manfaat bagi masyarakat Ijen khususnya.” Jelasnya kepada SMSI Bondowoso.

BACA JUGA :
Jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Anggota Kodim 0822 Bondowoso Melaksanakan Pam Jaga Operasi Ketupat 2024

Ia juga berharap, kerusakan lingkungan akibat dari eksploitasi tersebut lebih di minimalisir.

” Yang pasti dengan adanya PLTP di Ijen walaupun belum beroperasi dampaknya sudah sangat bermanfaat bagi masyarakat Ijen khusunya,” Tambahnya usai menggelar acara sosialisai peran Pertamina Geothermal Energy dalam proses transisi energi bersih dan berkelanjutan, di Hotel Ijen View, Jumat, (15/09/2023).

BACA JUGA :
Keberhasilan GNRHL Tahun 2019 BKPH Sukosari,Ini Kata Waka ADM Perhutani Bondowoso

Selanjutnya, kata pria yang akrab disapa bang Nasim, Pemerintah Bondowoso agar transparan kepada masyarakat mengenai manfaat yang diterima Pemkab Bondowoso dengan adanya kerja sama dengan PT Medco.

BACA JUGA :
Puluhan SPPG di Bondowoso Ditutup Sementara, BGN Soroti Fasilitas IPAL

” Mengenai persentase yang diperoleh atas kerja sama dengan PT Medco yang lebih tau pihak eksekutif, tapi harapan saya agar terbuka kepada masyarakat, khususnya warga Ijen yang paling diutamakan karena yang paling terdampak dengan adanya pengeboran panas bumi untuk PLTP”. Pungkasnya.(Ret)