Kesehatan

Tekan Angka Stunting, Kader dan Posyandu Berperan Penting

96
×

Tekan Angka Stunting, Kader dan Posyandu Berperan Penting

Sebarkan artikel ini

Padang, LENSANUSANTARA.CO.ID – Dinas Kesehatan Kota Padang telah melakukan Intervensi Serentak Penurunan Stunting (ISPS).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Srikurnia Yati menjelaskan Inter­vensi Serentak Pencegahan Stunting (ISPS) Kota Padang mencapai 98, 64 persen. Gerakan tersebut merupakan aksi bersama dalam mengatasi stunting yang dapat berdampak pada per­tum­buhan balita yang digelar se­lama Juni 2024.

Example 300x600

Sambungnya, ke­giatan Intervensi Serentak Pe­nanganan Stunting ber­tu­juan untuk meningkatkan kun­jungan dan cakupan sa­saran ke posyandu dan mendeteksi masalah gizi, serta memberikan edukasi pencegahan stunting ke­pada seluruh sasaran yang memiliki masalah gizi.

BACA JUGA :
Berkah Ramadhan, Melalui Program Semata Rumah Keluarga Anton dan Suryati Bakal Direhab

“Tanggal 30 Juni kemarin, merupakan hari terakhir pelaksanaan Intervensi Serentak Pencegahan Stun­ting (ISPS). Data sasaran 58.212 balita, namun yang kita jumpai di lapangan dan telah dilakukan pe­ngukuran sebanyak 57.418 balita, itu artinya mencapai 98,64 persen,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Srikurnia Yati, Rabu (3/7/2024).

Sementara itu, Kabid Kesehatan Masyarakat dr. Lidia Febrianti menjelaskan saat ini Pemko Padang melalui Dinas Kesehatan juga terus menggencarkan penurunan angka stunting.

BACA JUGA :
Upacara HUT RI ke-79 Kota Padang,126 PNS Terima Satyalancana Karya Satya Dari Presiden

“Ada 11 intervensi spesifik yang dirancang yaitu, skrining anemia, konsumsi tablet tambah darah (TTD) remaja putri, pemeriksaan kehamilan (ANC), konsumsi tablet tambah darah ibu hamil, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil kurang energi kronik (KEK), pemantauan pertumbuhan balita, ASI eksklusif, pemberian MPASI kaya protein hewani bagi Baduta, tata laksana Balita dengan masalah gizi, peningkatan cakupan dan perluasan imunisasi, edukasi remaja ibu hamil dan keluarga termasuk pemicuan bebas buang air besar sembarangan (BABS),” ucapnya.

BACA JUGA :
Optimalkan Layanan Pengelolaan Sampah, DLH Kota Padang Bakal Sosialisasikan Tarif Retribusi Sampah

dr. Lidia menjelaskan saat ini dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kota Padang, terdapat kurang lebih 3 ribu kader dan 921 posyandu.

“Kader tidak hanya melakukan penimbangan secara rutin, tetapi juga berkolaborasi dengan puskesmas untuk memberdayakan ibu-ibu dalam memahami pentingnya gizi bagi anak-anak mereka. Melalui pengukuran berat badan dan pemantauan gizi setiap bulan, kader posyandu berperan dalam pemantauan tumbuh kembang balita,” paparnya.(*)

error: Content is protected !!