Daerah

Cuaca Hujan, Ruas Jalan Roro Penarik Lingga Tampak Menghawatirkan

×

Cuaca Hujan, Ruas Jalan Roro Penarik Lingga Tampak Menghawatirkan

Sebarkan artikel ini
Kondisi ruas jalan rusak dan aktivitas pelabuhan Roro Penarik-Lingga (Foto: Daliful/Lensa Nusantara)

Lingga, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pelabuhan Roro penarek – Lingga, yang menghubungkan wilayah Pulau Lingga dan Pulau Singkep, tampak menghawatirkan Para pengguna jalan menuju dermaga.

Example 300x600

Pantauan lensa nusatara di lokasi, akses jalan ini masih berupa tanah kuning, berbatu serta ketika cuaca hujan jalan ini berubah menjadi sangat licin dan sulit untuk dilalui.

Terlihat pengendara roda dua yang lebih memilih berjalan mendorong kendaraan dikarenakan jalan begitu sulit untuk dilewati dan tidak jarang juga kendaraan roda empat seperti mobil, pick up Bahkan truk pengangkut barang terjebak di jalan ini.

BACA JUGA :
Antusias Kp. Seranggung, Merawat Tradisi Budaya Malam Tujuh Likur

Kondisi jalan memperihatinkan, selain mengancam keselamatan pengguna, rusaknya jalan juga berdampak pada lambatnya pengiriman barang yang menjadi kebutuhan masyarakat antar pulau di Kabupaten Lingga, khususnya pulau lingga dan pulau singkep.

BACA JUGA :
Disdik Harapkan Penambahan RKB Berdampak Positif Bagi Pendidikan di Lingga

Masyarakat berharap pemerintah memperhatikan kondisi ruas jalan menuju pelabuhan Roro segera untuk di perbaiki.

“Jalan ini memang kewenangan pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tetapi kami berharap pemerintah daerah juga mencari solusi demi keselamatan pengguna jalan serta mempermudah dalam pengiriman barang kebutuhan masyarakat, apalagi di saat lebaran seperti ini, pemerintah daerah jangan hanya menunggu kebijakan provinsi yang terlihat lamban dalam memperhatikan daerah terpencil” ujar seorang pengendara motor pengguna Roro Penarik-Lingga, Rabu (2/4/2025)

BACA JUGA :
Akibat Hujan Deras di Lingga, Akses Jalan Desa Kelumu Ambruk

Di ketahui bahwa jalan tersebut memang merupakan kewenangan pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Hal ini membuat realisasi perbaikan tak kunjung selesai dikarenakan bergantung pada kebijakan dari tingkat provinsi.