Berita

Empat Kendaraan Bantuan Kemanusiaan Dari Madiun Dikirim Ke Sumatera

1918
×

Empat Kendaraan Bantuan Kemanusiaan Dari Madiun Dikirim Ke Sumatera

Sebarkan artikel ini
Bupati Madiun Hari Wuryanto Berangkatkan Empat Kendaraan Bantuan Kemanusiaan Ke Sumatra, Selasa (09/12/2025)

MADIUN, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Madiun mengirimkan empat kendaraan bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak bencana banjir bandang di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan donasi dari masyarakat, lembaga kemasyarakatan, hingga organisasi kepemudaan.

“Alhamdulillah, cukup banyak donasi yang berhasil dihimpun. Ada empat kendaraan yang dikirim berisi sembako, pakaian layak pakai, selimut, serta obat-obatan,” ujar Bupati Madiun, Selasa (09/12/2025).

Example 300x600

Menurutnya, proses penghimpunan bantuan dilakukan melalui koordinasi bersama pemerintah desa, organisasi masyarakat, dan Karang Taruna. Selain itu, sejumlah warga juga memberikan bantuan secara personal melalui panitia penggalangan dana yang dibentuk pemerintah daerah.
Bantuan tersebut diberangkatkan melalui Surabaya untuk selanjutnya dikirim bersama bantuan dari wilayah lain yang berada di bawah koordinasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Insyaallah nanti malam berangkat dari Surabaya,” tambah Bupati.
Bupati menyampaikan pesan kepada warga terdampak bencana agar tetap kuat dan optimistis.

BACA JUGA :
Rayakan HUT ke-11, Aston Madiun Gelar Kedaton Rustic Culinary Festival dan Parade Motor Antik

“Kami berharap para korban bersabar dan bangkit kembali. Pemerintah akan hadir membantu,” ucapnya.

Sementara itu, Kabupaten Madiun juga meningkatkan kewaspadaan daerah terhadap potensi bencana jelang musim penghujan. Sejumlah agenda mitigasi dan pelatihan tanggap bencana tengah dipersiapkan, termasuk apel kesiapsiagaan bencana di Desa Kuwu pada 11 Desember.

BACA JUGA :
Polemik Jual Beli Lahan Petani di Munggut , Dua Kubu Mediator Dipanggil Kelurahan

“Kami sudah melakukan beberapa pelatihan di sejumlah kecamatan dan akan dilanjutkan di wilayah lain. Selain itu, besok juga ada penanaman pohon terpusat di Desa Padas sebagai langkah mitigasi,” ungkapnya.

BACA JUGA :
Pemkab Madiun Gelar Sosialisasi dan Rapat Koordinasi Seminar Nasional Matematika Indonesia

Bupati menyebut potensi longsor menjadi ancaman utama di wilayah Kabupaten Madiun mengingat topografi daerah berada di lereng Gunung Wilis. Karena itu, upaya mitigasi terus diperkuat, terutama di kawasan rawan bencana.

“Kita tidak ingin bencana terjadi, tetapi harus siap menghadapinya. Prinsipnya kita harus bersahabat dengan alam,” tutupnya.