Nias Selatan, LENSANUSANTARA.CO.ID –
Dunia pendidikan kembali tercoreng. Seorang pelajar SMA Negeri 1 Idanotae, Kecamatan Idanotae, Kabupaten Nias Selatan, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sesama pelajar sekolahnya sendiri. Aksi kekerasan itu terjadi di jalan menuju Desa Umbu Idanotae, Rabu (14/01/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, usai jam pulang sekolah.
Korban, Ahmad Sentosa Bawamenewi, saat kejadian masih mengenakan seragam sekolah. Ia diduga dikeroyok secara bersama-sama hingga mengalami luka serius. Leher korban dilaporkan dicekik, disertai luka di beberapa bagian tubuh lainnya, yang mengindikasikan adanya tindakan kekerasan fisik yang tidak ringan.
Orang tua korban, Raniasa Bawamenewi, membenarkan peristiwa tersebut. Kepada Lensanusantara.co.id, ia mengaku terpukul mengetahui anaknya pulang dalam kondisi terluka parah.
“Benar, anak saya dikeroyok hari Rabu sekitar jam dua siang. Waktu kejadian saya sedang di ladang mencari nafkah, jadi tidak tahu awal kejadiannya. Tahu-tahu anak saya sudah dalam kondisi luka,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Menurut keterangan keluarga, lokasi kejadian berada di sekitar area pemakaman dan dekat rumah seorang warga bernama Ama Faa Bawamenewi. Hingga kini, motif pengeroyokan masih belum jelas, namun keluarga menilai tindakan tersebut sudah melampaui batas kenakalan remaja.
Kesaksian warga yang berada di sekitar lokasi menguatkan dugaan pengeroyokan. Saksi mata menyebutkan bahwa korban dikeroyok secara bersama-sama. “Yang jadi korban satu orang. Yang mengeroyok ada tiga orang,” ujar saksi.
Saksi juga menyebutkan tiga nama pelajar yang diduga terlibat langsung dalam pengeroyokan tersebut, yakni Penyabar Tafonao, Leonaldin Bawamenewi, dan Nurdin Tafonao, yang diketahui sama-sama merupakan siswa SMA Negeri 1 Idanotae.
Ironisnya, peristiwa kekerasan ini terjadi di lingkungan pelajar yang seharusnya menjadi ruang aman untuk belajar dan membentuk karakter, bukan arena adu kekerasan. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak SMA Negeri 1 Idanotae maupun aparat kepolisian setempat terkait langkah penanganan kasus tersebut.
Pihak keluarga korban mendesak aparat penegak hukum dan Dinas Pendidikan untuk segera turun tangan, mengusut tuntas dugaan pengeroyokan ini secara transparan, serta memberikan sanksi tegas bila terbukti terjadi pelanggaran hukum.
Lensanusantara.co.id akan terus menelusuri perkembangan kasus ini dan membuka ruang klarifikasi bagi pihak sekolah, aparat kepolisian, maupun pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini, demi menjunjung tinggi asas keadilan dan keberimbangan informasi.














